Kunjungi Sukoharjo, Zulhas: Kemendag Gencarkan Promosi Produk Herbal ke Berbagai Negara di Dunia
×

Adsense

Adsense Mobile

Kunjungi Sukoharjo, Zulhas: Kemendag Gencarkan Promosi Produk Herbal ke Berbagai Negara di Dunia

Sabtu, 19 November 2022 | 03.00 WIB Last Updated 2022-11-19T01:55:14Z

Advertisement

Advertisement

Zulkifli Hasan saat meninjau pabrik produksi jamu Sabdo Palon
Mendag Zulkifli Hasan saat meninjau pabrik produksi jamu Sabdo Palon di Desa Gatakrejo, Nguter, Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (18/11/2022). (f/kemendag)

Sukoharjo, Mjnews.id - Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) berkomitmen menggencarkan promosi produk herbal ke berbagai negara di dunia melalui atase perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC). Saat ini momentum penting bagi produk herbal Indonesia memperkuat penetrasi ke pasar global karena produk herbal kini tengah menjadi trend dan diminati masyarakat internasional. 

Hal tersebut diungkapkan Mendag Zulkifli Hasan saat meninjau pabrik produksi jamu Sabdo Palon di Desa Gatakrejo, Nguter, Sukoharjo, Jumat (18/11/2022).

Pada kunjungan ini, Mendag Zulkifli Hasan didampingi Sekretaris Jenderal Suhanto dan Plt. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Syailendra.

"Dunia ini sedang menyukai produk-produk herbal dan kembali menggemari bahan-bahan alami. Tentu peluang ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Oleh karena itu, nanti produk jamu Sabdo Palon dapat dipromosikan oleh para perwakilan perdagangan di luar negeri," ujar Mendag Zulkifli Hasan.

Mendag Zulkifli Hasan melanjutkan, guna menyukseskan jalan produk Indonesia di luar negeri, dibutuhkan kolaborasi semua pihak. Untuk itu, Kementerian Perdagangan hadir sesuai perannya membantu para pelaku usaha termasuk UKM, mencari pasar yang tepat. Mendag menegaskan, hal ini juga sejalan dengan komitmen Kemendag membuka pasar nontradisional.

"Kami berkomitmen untuk terus membuka pasar baru dengan melaksanakan misi dagang. Saat ini kami menyasar pasar Asia Selatan, Asia Tengah, dan Timur Tengah, misalnya seperti negara India, Bangladesh, dan Pakistan. Harapannya, perusahaan jamu seperti Sabdo Palon dapat ikut di salah satunya," lanjut Mendag.

Mendag berharap, jika banyak produk dalam negeri menembus pasar global dan rutin melakukan ekspor, maka akan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, serta meningkatkan penyerapan 
tenaga kerja, pendapatan pajak, dan devisa negara.

Perusahaan jamu Sabdo Palon telah berdiri sejak 1976 di desa Gatakrejo, Nguter, Sukoharjo, Jawa Tengah. Pada tahap awal, Sabdo Palon hanya menjadi pemasok bahan jamu kecil-kecilan ke perajin jamu yang sudah banyak berdiri di wilayah Ngunter. Perusahaan terus berkembang dengan memanfaatkan inovasi teknologi, serta banyak memperkerjakan warga Sukoharjo dan sekitarnya yang memiliki 196 karyawan. 

Kini, permintaan produk sudah menjangkau seluruh Indonesia, bahkan ada juga kulakan dari pasar Nguter yang dibawa ke Malaysia. Kapasitas produksi per bulan rata-rata sebesar 5 ton serbuk dengan berbagai kemasan. Produk jamu Sabdo Palon pun telah memiliki lebih dari 100 jenis produk mulai dari racikan, pil, sirop, hingga jamu bubuk siap seduh.

Perusahaan Jamu Sabdo Palon terus menjaga kualitas, mutu, dan khasiat produk jamu dengan mendaftarkan setiap produknya ke Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

Dialog dengan Peternak Domba dan Kambing
Pada Kunjungan kerja ke Kabupaten Sukoharjo, Mendag Zulkifli Hasan juga mengunjungi peternakan Setya Lembu Multifarm untuk berdialog dengan para peternak kambing dan domba. Dalam kesempatan tersebut, pemilik peternakan, Setyo Ebnu Saleh, menyampaikan permasalahan utama yang dihadapi, yakni kendala genetika dan teknologi pengemasan. 

Setyo menjelaskan, hasil ternak yang dihasilkan dari pejantan impor memiliki kualitas produksi yang lebih baik, dengan pertambahan bobot harian hingga dua kali lipat dibandingkan dengan pejantan lokal. Kendala lainnya yaitu keterbatasan teknologi pengemasan yang dapat menghambat syarat implementasi ekspor produk hasil ternak seperti produk olahan daging, susu, dan keju. Untuk itu, Setyo berharap pemerintah dapat memberikan solusi pada beberapa kendala tersebut sehingga dapat menjadi pemimpin.

Merespons hal itu, Mendag Zulkifli Hasan akan berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian, Kementerian Koperasi dan UKM, serta pemerintah daerah.

“Kami akan berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga untuk memfasilitasi peningkatan produktivitas dan kualitas produk peternakan. Dengan demikian produk yang dihasilkan juga akan mempunyai nilai tambah maksimal,” pungkas Mendag Zulkifli Hasan.

(eki)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan

Adsense

×
Berita Terbaru Update