Mendag Zulkifli Hasan: Atasi Gejolak Harga Beras, Pemerintah Siapkan Instrumen KPSH
×

Adsense

Adsense Mobile

Lazada

Mendag Zulkifli Hasan: Atasi Gejolak Harga Beras, Pemerintah Siapkan Instrumen KPSH

Jumat, 11 November 2022 | 20.30 WIB Last Updated 2022-11-11T13:30:00Z

Advertisement

Advertisement

Sumedang, Mjnews.id - Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengoptimalisasi program Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) Beras Medium untuk mengatasi gejolak harga beras. Melalui program ini, masyarakat tetap dapat memperoleh beras dengan harga terjangkau.

Hal tersebut disampaikan Mendag saat meninjau Pasar Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Jumat (11/11/2022).

Pada pemantauan harga tersebut, turut hadir Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Suhanto, dan Plt. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Syailendra.

“Pelaksanaan KPSH beras medium ini merupakan instrumen kebijakan pemerintah untuk mencegah dan mengatasi gejolak harga beras, sehingga masyarakat dapat memperoleh beras dengan harga yang terjangkau,” ujar Mendag Zulkifli Hasan.

Dalam program KPSH beras medium, Perum Bulog ditugaskan mengisi pasokan beras medium secara kontiniu dan merata kepada seluruh pedagang beras di seluruh pasar rakyat, toko modern/swalayan, pedagang eceran beras, dan secara langsung kepada konsumen di seluruh Indonesia. Harga eceran tertinggi (HET) disesuaikan berdasarkan wilayah. 

Penyaluran KPSH beras medium secara nasional sampai 9 November 2022 sebesar 878.155 ton, atau setara 114 persen total realisasi tahun 2021. Sementara itu, realisasi KPSH beras medium di Jawa Barat sebesar 95.608 ton.

Sementara itu, dari hasil pemantauan harga barang kebutuhan pokok (bapok) di Pasar Tanjungsari, Mendag Zulkifli Hasan menyebutkan, stok dan harga bapok masih terpantau stabil menjelang Natal 2022 dan Tahun Baru 2023. Fluktuasi harga masih dalam batas kewajaran dan stok tersedia cukup.

“Alhamdulillah stok cukup. Ayam tersedia banyak, telur cukup, cabai cukup, dan beras tersedia banyak. Menjelang Natal dan Tahun Baru, perlu terus diantisipasi kenaikan permintaan khususnya di daerah-daerah yang mayoritas penduduknya merayakan Natal serta daerah penyumbang inflasi tinggi. Salah satu caranya dengan meningkatkan sinergi dan koordinasi dengan pemerintah daerah agar masyarakat dapat menikmati harga yang berkeadilan untuk bisa memenuhi kebutuhan dengan harga yang terjangkau,” kata Mendag Zulkifli Hasan.

Berdasarkan hasil pantauan harga di Pasar Rakyat Tanjungsari, komoditas-komoditas yang terpantau stabil dibanding pekan lalu (3/11) adalah beras premium Rp12.000/kg, gula pasir Rp13.500/kg, minyak goreng curah Rp13.500/liter, MINYAKITA Rp14.000/liter, minyak goreng kemasan Rp18.000/liter, tepung terigu Rp11.000/kg, daging sapi Rp140.000/kg, dan daging ayam ras Rp32.000/kg.

Sementara itu, beras medium turun dari Rp10.000/kg ke 9.200/kg. Komoditas lain yang harganya turun adalah cabai merah keriting menjadi Rp40.000/kg, cabai merah besar Rp40.000/kg, cabai rawit merah Rp50.000/kg, dan bawang merah Rp32.000/kg. Di sisi lain, telur ayam ras naik dari Rp26.000/kg ke Rp27.000/kg dan bawang putih dari Rp24.000/kg ke Rp25.000/kg.

Digitalisasi Pasar Tanjungsari
Selain meninjau harga bapok, Mendag Zulkifli Hasan juga meluncurkan Digitalisasi Pasar Rakyat Tanjungsari. Digitalisasi pasar tersebut merupakan sinergi Kemendag dan Pemerintah Kabupaten Sumedang.

Digitalisasi Pasar Rakyat Tanjungsari turut melibatkan Bank Indonesia dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk fasilitasi program Sehat, Inovatif, dan Aman Pakai (SIAP) QRIS dan Bank Jawa Barat (BJB) untuk fasilitasi program E-Retribusi. Mendag berharap, digitalisasi pasar dapat terus dikembangkan dan diaplikasikan secara luas di pasar-pasar lain di Kabupaten Sumedang.

“Kemendag bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sumedang untuk meluncurkan digitalisasi Pasar Rakyat Tanjungsari. Program-program yang telah dibangun untuk mendukung digitalisasi ini diharapkan dapat diterapkan oleh 1.186 pedagang di Pasar Tanjungsari, lalu dikembangkan di tujuh pasar rakyat lainnya di Kabupaten Sumedang,” kata Mendag Zulkifli Hasan.

Mendag mengatakan, Kemendag bekerja sama dengan berbagai pihak dalam program digitalisasi pasar rakyat. Sampai saat ini, terdapat 2.047 pasar rakyat yang menggunakan situs web pasar melalui Sistem Informasi Sarana Perdagangan (SISP), 10 pasar rakyat on-boarding pemasaran secara digital di Tokopedia, 537 pasar rakyat memanfaatkan e-monitoring harga bapok melalui Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP), 214 pasar rakyat on-boarding mengimplementasikan QRIS, 9,7 juta usaha dagang mikro, kecil, dan menengah (UDMKM) terdaftar memanfaatkan SIAP QRIS, 5.000 pedagang sudah tergabung dalam aplikasi GrabMart, serta 106.702 pedagang telah menggunakan pembayaran retribusi secara elektronik yang on-boarding dan memanfaatkan platform digital.

(Eki)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan



Adsense



×
Berita Terbaru Update