Pegawai RSUD Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang Diminta Prima Melayani Pasien
×

Adsense

Adsense Mobile

Lazada

Pegawai RSUD Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang Diminta Prima Melayani Pasien

Kamis, 10 November 2022 | 22.15 WIB Last Updated 2022-11-10T15:22:03Z

Advertisement

Advertisement

Ansar Ahmad saat menyambangi RSUD RAT
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad saat menyambangi RSUD RAT, Tanjungpinang, untuk bertemu jajaran manajemen. (f/biro adpim)

KEPRI, Mjnews.id - Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), H. Ansar Ahmad ingin seluruh 'sivitas hospitalia' Rumah Sakit Umum Daerah Raja Ahmad Tabib (RSUD RAT) Provinsi Kepri, dengan seminimal mungkin kemampuan sumber daya apapun, tetap memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat, sesuai dengan moto RSUD RAT yakni 'Melayani dengan Akhlak Mulia'. 

Hal tersebut disampaikan Gubernur Ansar saat menyambangi RSUD RAT, Tanjungpinang, untuk bertemu dengan jajaran manajemen rumah sakit membahas peningkatan pelayanan kepada masyarakat, Rabu (09/11/2022).

Gubernur Ansar pada kesempatan tersebut meminta manajemen RSUD RAT untuk membuka telinga selebar-lebarnya terkait keluhan, aduan dan laporan dari masyarakat mengenai pelayanan yang diberikan. Termasuk laporan masyarakat mengenai panjangnya antrian pendaftaran pasien BPJS belakangan ini. 

"Terkait laporan masyarakat mengenai antrian panjang di pendaftaran, mari kita cari solusinya, bagaimana hal itu tidak sampai terjadi lagi. Kasihan masyarakat, terutama pasien, sudah sakit, mau berobat, dan panjang antriannya," ujar Gubernur Ansar. 

Sebagai informasi, panjangnya antrian pasien BPJS sebagai akibat aturan baru pemberlakuan sidik jari wajib bagi pasien tujuan seluruh poliklinik, kecuali poliklinik anak. Di mana sebelumnya kewajiban sidik jari pasien hanya untuk 4 poliklinik saja yakni fisioterapi, jantung, mata, dan hemodialisa. 

Dari diskusi, didapat beberapa solusi dari permasalahan antrian panjang tersebut sebelum pemberlakuan Sistem Informasi Manajemen RS (SIMRS) yang baru dapat diimplementasikan di Bulan Desember mendatang, di antaranya penambahan jumlah petugas dan loket pendaftaran di jam-jam ramai, pemberlakuan pemeriksaan secara online bagi pasien , pemberlakuan pendaftaran manual bagi pasien yang tidak bisa memasukkan sidik jarinya, serta pasien BPJS yang mengambil obat, dapat langsung diarahkan ke farmasi tanpa perlu sidik jari. 

"Segera berikan solusi-solusi tersebut, jangan sampai masalah ini berlarut, beberapa hari lagi saya akan kembali, kita melihat perkembangannya," pesan Ansar. 

Memang Gubernur Ansar sangat memperhatikan pelayanan, yang kepemimpinan dengan pelayanan yang baik saja, dapat membuat pasien merasa lebih baik dari penyakitnya. Ia juga berpesan kepada seluruh civitas hospitalia RSUD RAT untuk lebih ramah melayani pasien dengan menerapkan 3S, senyum, sapa dan salam. 

"Pengalaman saya, saat berobat, dengan saja sudah sedikit mengobati sakit. Layani dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab. Kita semua sudah diberi gaji dan tunjangan memang untuk melayani masyarakat," ujarnya. 

Gubernur Ansar mengapresiasi program-program yang sudah dilaksanakan dan telah direncanakan oleh manajemen RSUD RAT. Ia menilai program-program tersebut serupa dengan peningkatan pelayanan. 

"Program-program RS, lanjutkan, kita akan kejar pembangunan. Saat ini kita sedang mengupayakan agar kemampuan fiskal kita bertambah dalam jumlah yang signifikan karena ekstensifikasi PAD yang memiliki potensi besar menjadi prioritas karena beberapa infrastruktur sudah kita bangun," tutup Gubernur Ansar. 

Hadir dalam rapat tersebut Direktur RSUD RAT dr. Yusmadeni, Tim Percepatan Pembangunan Sarafudin Aluan dan Suyono, Widyaiswara Ahli Utama Lamidi, Kepala Cabang BPJS Kesehatan Tanjungpinang dr. Fauzi Lukman Nurdiansyah, serta jajaran Manajemen RSUD RAT.

(ron/isb)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan

Adsense

×
Berita Terbaru Update