Pemkab Dharmasraya Ingatkan Warga Waspada Banjir dan Longsor

Antisipasi bencana alam, BPBD Dharmasraya telah menyiagakan setidaknya 20 personel perahu, mobil evakuasi, tenda, sinso, dan lainnya yang siap 1x24 jam untuk memberikan pertolongan kepada masyarakat
Antisipasi bencana alam, BPBD Dharmasraya telah menyiagakan setidaknya 20 personel perahu, mobil evakuasi, tenda, sinso, dan lainnya yang siap 1x24 jam untuk memberikan pertolongan kepada masyarakat.

Dharmasraya, Mjnews.id – Tingginya curah hujan yang disertai angin kencang di Kabupaten Dharmasraya sejak beberapa minggu terakhir, membuat Pemkab Dharmasraya mengingatkan jajarannya dan masyarakat untuk waspadai potensi ancaman bencana alam seperti banjir dan tanah longsor.

“Kami imbau seluruh masyarakat agar tetap waspada bencana alam , mengingat curah hujan yang tinggi sejak seminggu terakhir ini,” Kata Analisis Kebencanaan BPBD Dharmasraya, Ardianus Efendi, Rabu (9/11/2022).

ADVERTISEMENT

1672718317 zd2LclJzIi3V8sEfHHWPFagJbbGo8jsG

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Kabupaten Dharmasraya adalah salah satu kabupaten di Sumbar berstatus siaga bencana hingga Desember 2022 mendatang, sehingga diperlukan upaya antisipasi untuk menindaklanjuti peringatan dari BMKG.

BPBD Dharmasraya telah memetakan wilayah-wilayah rawan banjir, setidaknya delapan kecamatan seperti Kecamatan Pulau Punjung, Timpeh, Tiumang, Padang Laweh, Sembilan Koto, Koto Baru, Koto Besar, dan Asam Jujuhan.

“Sedangkan untuk titik rawan tanah longsor berada di Kecamatan Sembilan Koto karena geografis daerah yang berbukitan. Sembilan Koto adalah wilayah yang tidak ada jalur alternatif apabila terjadi longsor, sehingga pimpinan memberi atensi khusus untuk penanganan bencana di sana. Jangan sampai warga terisolir. Kalau terjadi bencana segera kirim bantuan ke sana,” bebernya.

Baca Juga  Anggota DPRD Dharmasraya Bangun Pagar Makam di Jorong Pulai

Menurutnya, bencana banjir yang melanda sejumlah daerah di Dharmasraya terjadi akibat luapan sungai Batang Hari serta sungai-sungai sedang yang membentang di daerah itu.

“Hanya saja yang terjadi biasanya hanya banjir lewat, artinya jika intensitas hujan tinggi sejak malam dan paginya akan banjir, biasanya siang air juga sudah mulai surut sehingga tidak ada warga yang mengungsi. Namun demikian, kita tegaskan tetap waspada dalam kondisi apa pun,” tambah dia.

BPBD Dharmasraya telah melakukan langkah antisipasi peringatan dini terjadinya bencana, diantaranya sosialisasi melalui radio, grup media sosial, dan grup percakapan pesan singkat terkait kesiapansiagaan menghadapi bencana kepada masyarakat.

“Begitu juga dalam waktu dekat kita akan menerbitkan surat imbauan perihal peringatan dini dan langkah-langkah kesiapsiagaan menghadapi potensi ancaman bencana banjir dan tanah longsor, ini akan ditujukan ke kecamatan agar diteruskan ke nagari-nagari,” katanya.

Baca Juga  Rubuhnya Talud di Kebumen Diduga Terkait Konstruksi yang Tak sesuai

Pihaknya juga memastikan kesiapsiagaan tim dan peralatan untuk memberikan penyelamatan kepada warga apabila terjadi bencana.

Sebutnya, BPBD Dharmasraya telah menyiagakan setidaknya 20 personel perahu, mobil evakuasi, tenda, sinso, dan lainnya yang siap 1×24 jam untuk memberikan pertolongan kepada masyarakat.

“BPBD Dharmasraya juga mengimbau kepada masyarakat untuk melaporkan apabila terjadi bencana di wilayah melalui Pusat Operasional Penanggulangan Bencana di kontak 085263097220 dan 081277058276,” tutupnya.

(wy)