PPK Putuskan Kontrak Pembangunan Gedung NICU RSUD Padang Panjang

Pembangunan Gedung NICU RSUD Padang Panjang
Pembangunan Gedung NICU RSUD Padang Panjang. (f/kominfo)

PADANG PANJANG, Mjnews.id – Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) akhirnya memutus kontrak proyek pembangunan gedung Neonatal Intensive Care Unit (NICU) RSUD dengan CV Niko Kurnia sebagai pelaksana kegiatan.

Direktur RSUD, dr. Lismawati R, M.Biomed, Sp.PA melalui Kabid Pelayanan, Ade Devita, S.Kep, MM, M.Kes, Minggu (27/11/2022) menyampaikan, pembangunan gedung NICU di RSUD telah gagal diselesaikan pihak penyedia. 

ADVERTISEMENT

1672718317 zd2LclJzIi3V8sEfHHWPFagJbbGo8jsG

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dijelaskannya, sebelumnya PPK telah mengadakan rapat beberapa kali yang dihadiri Tim Jaksa Pengacara Negara (JPN) pendamping, Tim Teknis, Inspektorat, Kabag AP, Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) yang menghasilkan rekomendasi agar PPK memutuskan kontrak pembangunan gedung NICU di RSUD Kota Padang Panjang.

“Sejak awal, Wali Kota sangat serius ikut mengawal pembangunan ini dan tetap saja pihak pelaksana gagal mencapai bobot sesuai yang diharapkan. Di samping itu kegiatan pembangunan gedung NICU ini juga didampingi dan diawasi langsung Tim JPN Kejaksaan Negeri Kota Padang Panjang,” ungkapnya.

Baca Juga  PDM Rokan Hulu Jalin Kerja Sama dengan Pontren Kauman Muhammadiyah

Dijelaskannya, PPK akhirnya mengeluarkan Surat Pemutusan Kontrak kepada direktur CV. Niko Kurnia, tertanggal 25 November 2022. 

“Hal ini disebabkan karena proses pembangunan gedung NICU oleh penyedia tidak terlaksana sesuai jadwal yang telah disepakati. Walaupun PPK telah mengeluarkan surat teguran beberapa kali, juga Surat Peringatan Kontrak Kritis (SPKK) 1-3, serta tidak adanya komitmen dari penyedia sehingga terjadi keterlambatan dan deviasi yang semakin besar, Show Cause Meeting (SCM) 1-3 sehingga dinyatakan gagal,” jelasnya.

Baca Juga  Karang Taruna Silaing Atas Salurkan Bantuan Korban Gempa Pasaman

Dijelaskannya lebih lanjut, sampai minggu terakhir sebelum masa kontrak berakhir, bobot pekerjaan berdasarkan hitung bersama yang dihadiri PPK, PPTK, Konsultan apengawas, Tim Teknis, Inspektorat, Tim JPN, Penyedia (pelaksana) didapatkan hasil realisasi pekerjaan hanya 33,0091% (deviasi -66,99.9%).

Seperti diketahui, pembangunan NICU RSUD ini berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) yang didapat Pemko melalui Pemerintah Pusat yang pembangunannya ditargetkan rampung dalam kurun waktu 120 hari kerja.

“Mengingat keberadaan gedung NICU ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat kota Padang Panjang, Wali Kota dan jajaran sangat serius untuk melanjutkan pekerjaan pembangunan gedung NICU ini sehingga akan dianggarkan kembali pada APBD TA 2023,” tambahnya.

(and/arb)