Wako Padang Panjang Ajak Pemuda Hidup Sehat dan Cegah Stunting
×

Adsense

Adsense Mobile

Wako Padang Panjang Ajak Pemuda Hidup Sehat dan Cegah Stunting

Kamis, 10 November 2022 | 01.00 WIB Last Updated 2022-11-09T18:00:00Z

Advertisement

Advertisement

Fadly Amran
Wali Kota Padang Panjang, H. Fadly Amran, BBA Datuak Paduko Malano. (f/kominfo)

PADANG, Mjnews.id - Wali Kota Padang Panjang, H. Fadly Amran, BBA Datuak Paduko Malano ajak para pemuda di Sumbar untuk menjadi generasi sehat, bebas stunting dan menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta mengonsumsi Pangan Bergizi Berimbang Sehat dan Aman. 

Ajakan tersebut disampaikan Wako Fadly saat menjadi narasumber Seminar PHBS dalam rangka Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-58 dengan tema “Generasi Sehat, Generasi Unggul Melalui Zero New Stunting”, yang diikuti para pemuda dari berbagai SLTA dan perguruan tinggi yang ada di Provinsi Sumatera Barat.

Selain membahas tentang pentingnya hidup bersih dan sehat, saat sosialisasi yang digelar Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat itu, Fadly juga menyinggung tentang Bonus Demografi, di mana penduduk usia produktif lebih banyak dibandingkan usia tidak produktif.

“Indonesia saat ini memiliki jumlah penduduk mencapai 275,36 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, ada 190,83 juta jiwa atau 69,3% penduduk Indonesia masuk kategori usia produktif. Hal inilah yang menjadikan Indonesia mendapat Bonus Demografi saat ini,” ulas Fadly.

Bonus Demografi tersebut, lanjut Fadly, akan menjadi berkah apabila dikelola dengan baik oleh pemerintah. Akan menjadi modal penting untuk membangun dan mewujudkan cita-cita menjadi bangsa yang kuat.

“Namun sebaliknya, Bonus Demografi ini akan menjadi beban bagi negara jika tidak dipersiapkan dengan baik. Jadi mulai dari sekarang, marilah kita kelola dengan baik Bonus Demografi ini. Mulai dari kesehatan masyarakat yang berusia produktif,” tuturnya.

Dikatakannya lagi, puncak Bonus Demografi Indonesia terjadi pada Indonesia Emas 2045. Namun hal itu akan terbuang sia-sia karena tingginya persentase balita penderita stunting di Indonesia.

“Stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang. Ini ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar yang telah ditetapkan. Jadi mulai sekarang, mari biasakan hidup sehat dan bersama kita cegah stunting,” ajak wali kota muda itu.

(kng/arb)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan

Adsense

×
Berita Terbaru Update