631 Keluarga Tak Mampu di Provinsi Kepri Kini Bisa Nikmati Listrik PLN

631 Keluarga Tak Mampu di Provinsi Kepri Kini Bisa Nikmati Listrik PLN
Sebanyak 631 Keluarga Tak Mampu di Provinsi Kepri Kini Bisa Nikmati Listrik PLN. (f/pln)

Bintan, Mjnews.id – Kolaborasi antara PT PLN (Persero), Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) berhasil menuntaskan penyambungan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) 100% di Provinsi Kepulauan Riau. 

Sebagai wujud negara hadir sebanyak 631 rumah tangga tidak mampu di Provinsi Kepulauan Riau kini sudah tersenyum bahagia menikmati penyambungan listrik gratis yang sangat ditunggu. 

ADVERTISEMENT

1672718317 zd2LclJzIi3V8sEfHHWPFagJbbGo8jsG

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rasa syukur diucapkan Jefri (38 tahun), seorang nelayan penerima manfaat program BPBL. Ia mengaku bersyukur mendapat bantuan tersebut karena sebelumnya hanya menyalur seadanya dari rumah orang tuanya. 

“Alhamdulillah, sangat senang mendapatkan instalasi listrik baru dari pemerintah, sangat membantu anak saya untuk belajar,” kata Jefri seraya berkaca-kaca, Jumat 9 Desember 2022. 

Anggota Komisi VII DPR RI Azman Abnur mengatakan, Komisi VII DPR RI berkomitmen memberikan dukungan terbaik bagi kawasan tertinggal, terdepan dan terluar (3T) di Kepri.  Termasuk dalam penyediaan listrik gratis untuk mewujudkan energi berkeadilan. 

Karenanya, Komisi VII DPR RI memberikan apresiasi kepada program BPBL PLN tersebut. Sehingga masyarakat tidak mampu yang belum menikmati listrik kini bisa mendapatkan akses yang sama dari PLN. 

Baca Juga  1.920 Rumah Tangga di Papua Dapat Bantuan Pasang Baru Listrik PLN

“Program energi listrik ini merupakan hal yang sangat urgen sesuai dengan tuntutan zaman saat ini,” kata Azman. 

Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jisman P Hutajulu mengatakan, penerima BPBL ini adalah keluarga pra sejahtera terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang berdomisili di wilayah 3T atau diberikan berdasarkan Hasil Validasi Rumah Tangga oleh Kepala Desa/Lurah/Pejabat setingkat yang setara. Penerima juga belum tercatat sebagai pelanggan PLN agar bantuannya bisa tepat sasaran. 

“Program ini gratis dan perlu saya sampaikan lagi agar masyarakat benar-benar tahu, Tahun ini sasaran program BPBL untuk 80 ribu rumah tangga, Tahun depan menjadi 83 ribu tumah tangga,” ucap Jisman. 

Sementara itu, General Manager Unit Induk Distribusi (UID) Riau dan Kepulauan Riau Agung Murdifi dalam kesempatan tersebut mengatakan, program BPBL merupakan wujud nyata dari komitmen PLN dan pemerintah dalam menyediakan pemerataan akses listrik di seluruh Indonesia. Sehingga, rasio elektrifikasi di wilayah 3T bisa terus meningkat. 

Baca Juga  Gubernur Kepri Serahkan Bantuan Kemanusiaan Korban Gempa Cianjur Sebesar Rp769 Juta

“Program BPBL merupakan upaya pemerintah untuk membantu pasang baru listrik gratis bagi rumah tangga belum berlistrik,dan merupakan upaya pemerataan mendapatkan akses listrik ke seluruh nusantara untuk meningkatkan rasio elektrifikasi,” jelas Agung. 

Harapannya, masyarakat bisa terbantu dengan adanya bantuan ini yang akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan. Karena seluruh aktivitas masyarakat bisa semakin mudah dengan adanya akses listrik 24 jam. 

“PLN berkomitmen penuh dalam pemerataan akses dan percepatan penyediaan tenaga listrik bagi seluruh lapisan masyarakat,” ungkapnya. 

Dalam kesempatan itu juga, PLN juga menyalurkan 25 Paket Sembako kepada keluarga tak mampu penerima manfaat. Ini merupakan bantuan yang berasal dari Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN. 

“Penyaluran bantuan sembako ini merupakan zakat, infaq dan sedekah dari para pegawai PLN, semoga menjadi amal sholeh dan keberkahan bagi pegawai, keluarga dan PLN,” tuturnya. 

(pln/eds)