BGP Sumbar dan Diknas Pasbar Adakan Lokakarya 7 Angkatan 5 bagi Guru Penggerak

program pendidikan guru penggerak
Bupati Hamsuardi hadiri lokakarya 7 angkatan 5 panen hasil belajar program pendidikan guru penggerak Kabupaten Pasaman Barat. (f/kominfo

Pasbar, Mjnews.id – Sebanyak 55 guru penggerak siap memotori kualitas pendidikan di Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar). Ini ditandai dengan Puncak Lokakarya 7 angkatan 5 yang digelar di aula kantor bupati setempat, Selasa (20/12/2022).

Dalam kesempatan tersebut Kepala Balai Guru Penggerak (BGP) Sumatera Barat (Sumbar), Sri Yulianti mengatakan bahwa guru penggerak merupakan pemimpin pembelajaran yang mendorong tumbuh kembang murid secara holistik, aktif dan proaktif dalam mengembangkan pendidik. Untuk mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat kepada murid, serta menjadi teladan dan agen transformasi ekosistem pendidikan untuk mewujudkan profil pelajar.

“Program Calon Guru Penggerak (CGP) ini merupakan cikal bakal kepala sekolah Pasbar. Program ini adalah program nyata, karya anak bangsa Kabupaten Pasaman Barat yang telah mengabdikan diri di dunia pendidikan. Untuk itu, mari kita kawal terus guru-guru kita agar bergerak dan menggerakkan, dan kita berikan ruang kepada mereka untuk tumbuh dan berkreasi,” katanya.

Bupati Pasbar Hamsuardi mengatakan bahwa Kehadiran guru bak lentera di dunia kehidupan. Guru penggerak ini merupakan harapan baru bagi dunia pendidikan khususnya di Pasbar.

“Kita masih butuh sebanyak 245 Guru Penggerak ini. Kabarnya banyak yang tidak ikut tes. Semoga dengan adanya ini minat guru Penggerak semakin membaik,” harap Hamsuardi.

Baca Juga  Gubernur Sumbar Intruksikan ASN Kibarkan Bendera Merah Putih Sebulan Penuh

Ia berharap kepada semua guru di Kabupaten Pasaman Barat agar mau menjadikan guru penggerak sebagai motivasi dalam mendidik generasi muda. Dengan adanya program guru penggerak ini diharapkan ke depan motivasi guru terus meningkat dalam menambahkan ilmu pengetahuan.

“Jadi, jangan ada lagi kita dengar guru-guru itu tidak ada yang mau menjadi guru Penggerak. Kami Kabupaten Pasaman Barat masih butuh banyak guru Penggerak demi majunya dunia pendidikan di Bumi Mekar Tuah Basamo,” katanya.