DPNM dan Dinkes Pasaman Barat Gelar Rapat Pokjanal Posyandu, Ini yang Dibahas

DPNM dan Dinkes Pasaman Barat Gelar Rapat Pokjanal Posyandu
DPNM dan Dinkes Pasaman Barat Gelar Rapat Pokjanal Posyandu. (f/kominfo)

Pasbar, Mjnews.id – Dinas Pemberdayaan Nagari dan Masyarakat (DPNM) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) menggelar Rapat Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) Posyandu Kabupaten Pasaman Barat dalam rangka Rebranding Posyandu sebagai pengembangan terhadap pelaksanaan pelayanan di Posyandu melalui Posyandu Terintegrasi dan Posyandu Prima.

Rapat dibuka langsung oleh Ketua TP PKK Pasbar Ny. Titi Hamsuardi di Auditorium Kantor Bupati setempat, Senin (12/12/2022).

ADVERTISEMENT

1672718317 zd2LclJzIi3V8sEfHHWPFagJbbGo8jsG

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ny. Titi Hamsuardi menjelaskan bahwa Kabupaten Pasaman Barat merupakan pilot project dari pelaksanaan Posyandu Prima di Tingkat Provinsi Sumatera Barat.

“Bagaimana Posyandu Prima bisa dilaksanakan di masing-masing nagari minimal dari 19 nagari, ada percontohan untuk Posyandu Prima agar semua pelayanan yang ada di Posyandu Prima dapat dirasakan oleh masyarakat. Mulai dari usia 0 hingga lansia,” jelas Ny. Titi Hamsuardi. 

Ia juga menghimbau seluruh pihak terkait agar dapat mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan Posyandu Prima, karena layanan yang diberikan cukup lengkap mulai dari cek kesehatan, tekanan darah, kolesterol, dan penyakit tidak menular lainnya.

Baca Juga  Urgensi Pentingnya Pemahaman Kesehatan Mental bagi Masyarakat

Sementara itu, Kabid Kesmas Dewi Indriani Djusair menjelaskan perbedaan antara Posyandu Prima dengan Posyandu Terintegrasi. Posyandu Prima merupakan wadah pemberdayaan masyarakat yang memberikan pelayanan kesehatan dasar sesuai kebutuhan secara terintegrasi di Nagari atau Desa. Posyandu Prima sendiri berasal dari_Puskesri (Pusat Kesehatan Nagari) yang merupakan milik nagari. Sedangkan Posyandu Terintegrasi adalah bagian dari Posyandu Prima itu sendiri.

“Di bawah Posyandu Prima ada posyandu yang terintegrasi, maka kedepannya Posyandu Prima ini terlaksana tidak ada lagi masyarakat yang tidak terjamah oleh layanan kesehatan. Posyandu yang terintegrasi bila ada yang tensinya tinggi, gula darah, bisa dirujuk ke Posyandu Prima sebelum ke Puskesmas,” jelas Dewi Indriani Djusair.

Kabid Pelayanan Sosial Dasar Masyarakat Milda Dari yaitu Posyandu didayagunakan untuk melaksanakan pelayanan kesehatan primer, yang kemudian disebut Posyandu Prima. 

‘Untuk memenuhi kebutuhan layanan kesehatan di masyarakat, dilakukan  integrasi satu layanan  kesehatan terpadu dengan mendayagunakan potensi Posyandu sebagai Lembaga Kemasyarakatan Desa/ Kelurahan,” jelasnya.

Baca Juga  Kapolri Kerahkan Tenaga Medis Tambahan Tangani Korban Gempa Bumi di Cianjur

Ia menjelaskan pelayanan kesehatan yang ada di Posyandu Prima dari ibu hamil, bersalin dan nifas, bayi, balita, pra seekolah, usia sekolah dan remaja, usia produktif sampai lansia.

Ia juga menjelaskan dalam mewujudkan Posyandu Prima di Kabupaten Pasaman Barat, perlu kolaborasi dari instansi terkait sehingga pelaksaan Posyandu tersebut bisa dilaksanakan satu per nagari di Kabupaten Pasaman Barat.

“Untuk membentuk Posyandu Prima maka perlu semua stakeholder terkait untuk membantu, karena untuk mewujudkan kegiatan tersebut harus melibatkan semua stakholder terkait,” tegasnya.

Di akhir rapat, Dia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat harus melakukan penguatan terhadap Pokjanal Posyandu Kabupaten, Pokjanal Posyandu Kecamatan dan Pokja Posyandu Nagari.

Ke depan akan dilaksanakan pengintegrasian 476 Posyandu se-Kabupaten Pasaman Barat dengan semua PAUD. Dan akan dilaksanakan pertemuan rutin Pokjanal Posyandu Kabupaten, serta Posyandu Prima diupayakan ada di 19 nagari di KabupatenPasaman Barat.

(wal)