Ketika Arteria Dahlan ‘Diserang’ Pertanyaan Berkelas Tinggi Mahasiswa UNP

Anggota DPR RI, Arteria Dahlan diskusi di Universitas Negeri Padang
Anggota DPR RI, Arteria Dahlan diskusi di Universitas Negeri Padang. (f/obral)

Padang, Mjnews.id – “Martabat Hakim Agung kewenangan Komisi Yudisial (KY), kewenangannya luar biasa,” kata Rektor Universitas Negeri Padang (UNP) Prof. Ganefri ketika memberikan sambutan di hadapan peserta diskusi mahasiswa/i UNP kerja sama KY RI dan DPR RI mewujudkan peradilan bersih, kegiatan ini berlangsung di UNP, Jumat 2 Desember 2022.

Menurut Prof. Ganefri, eksistensi KY RI lembaga strategis ini adalah perangkat pengangkatan Hakim Agung, dan menyeleksinya MPR/DPR RI guna mendapatkan persetujuan.  “Hakim Agung diusulkan oleh KY RI,” katanya. 

ADVERTISEMENT

1672718317 zd2LclJzIi3V8sEfHHWPFagJbbGo8jsG

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita harus mendapatkan orang-orang yang hebat, itu adalah hasil usulan dari Komisi KY RI,” imbuh Rektor ini dengan penuh semangat. 

Ia (Prof. Ganefri) mengingatkan mahasiswa/i UNP supaya hati-hati dengan rekam jejak digitalisasi dalam menggunakan Media Sosial (Medsos). 

“Adik-adik mahasiswa perlu hati-hati bermain Medsos, kapan pun rekam jejak digital bisa kembali ditampilkan,” harapnya, sambil Prof. Ganefri menginfokan. 

“Kita Perguruan Tinggi diberikan otonomi cukup luas oleh pemerintah membuka Program Study (Prodi), tentunya dengan segala kebutuhan dan atau produk Prodi baru. Flexible belajar dengan kurikulum merdeka belajar,” jelasnya. 

Dengan kerangka kerjasama UNP dengan KY RI terbuka peluang ilmu pengetahuan dari kelembagaan KY sehingga UNP bisa menjadi Mitra tentang ilmu dan praktek hukum. 

“KY RI diharapkan juga perlu turun ke kampus karena orang-orang yang menjadi penegakan hukum adalah orang-orang yang berasal dari kampus, sehingga KY RI tau bagaimana prilaku orang yang berasal dari beda kampus perguruan tinggi, ” pungkas rektor UNP. 

Usai sambutan rektor ini diskusi berlangsung alot dengan mahasiswa/i UNP bersama Komisi 3 DPR RI bidang Hukum, HAM dan Keamanan H. Arteria Dahlan. 

Baca Juga  Pokja Bunda PAUD Kabupaten Pasbar dan Bunda PAUD Kecamatan Dikukuhkan

Sebelumnya ini diskusi hukum, politik, HAM dan Keamanan telah selesai pada sesi pertama. 

Di sesi tanya jawab, mahasiswa menyoroti tentang video bantuan presiden menunjukkan bahwa keberpihakan pada Partai Politik (Parpol) tersebut. 

Pada sisi lain tanya jawab dengan beda penanya dari mahasiswa/i ini, menggerus sorotannya tentang masih adanya perilaku Hakim Agung yang tak patut dicontoh. 

Walau pun seribu kebenaran, tapi satu kesalahan juga harus disampaikan, kata mahasiswa UNP menirukan materi diskusi yang di slogankan oleh Arteria Dahlan. 

“Stigma politik ‘kotor’ dan politik kepentingan dapat dirubah menjadi stigma menguntungkan semua pihak,” ulas mahasiswa. 

“Mahasiswa-mahasiswa diajak masuk Parpol,” kata mahasiswa menirukan ungkapan dari Arteria Dahlan. 

“Bahas Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 terlalu dini karena masih banyak kepentingan rakyat yang belum terpuaskan, seperti issu tenaga kerja salah satunya,” unjuk mahasiswa menunjukkan ‘serangannya’ saat tanya jawab berlangsung. 

Silang waktu dibatasi menjelang hari Jum’at ini, Arteria Dahlan menjawab pertanyaan mahasiswa sungguh bak gayung bersambut seru dan alot. 

Menurut Arteria Dahlan, sampai sekarang PDI-P belum menentukan Capres dan Cawapresnya. 

Terkait dengan DPR RI bahwa sulit untuk dijumpai, jawaban Arteria Dahlan, tidak boleh satu detik pun terganggu ketenangan pemerintah, karena pemerintah yang dipikirkan sampai pada rakyat tidak makan. 

Berikut jawaban Arteria terkait dengan pertanyaan mahasiswa juga. 

Lanjut Arteria, penegakan hukum jangan sampai sebagai slogan terzalimi. “Di negara lain kantor sejenis DPR RI betul-betul dijaga ketat tidak bisa dimasuki rakyat, sedangkan di negara kita ketemu DPR itu paling gampang,” sambungnya. 

Baca Juga  Disinyalir Dana Publikasi Dikorupsi, Ratusan Wartawan Duduki DPRD Lampura

“Karena Parpol kami punya perwakilan di daerah mana-mana,” ungkapnya. 

“Kanal-kanal Demokrasi kita terbuka semua tak ada yang tertutup,” unjuknya. 

“Pimpinan itu harus setegar batu karang di tengah hantaman gelombang lautan,” tukuk Arteria membuat mahasiswa tercengang. 

Kalau ingin tahu keadilan lihat langsung jalannya persidangan, sidang itu pada prinsipnya terbuka. 

“Kita hadir disini tak ada kepentingan politik, tapi kita menyapa semua,” imbuhnya lagi. 

“Ini, kita bukan bicara tentang kampanye, belum waktunya,” sebut Arteria. 

Anggota DPR RI itu dipilih atas kesukaan berdasarkan dari rekam jejak yang berkompetensi bagus. 

“Kalau ingin merubah aturan ya masuklah dulu menjadi anggota legislatif, tapi kalau belum bisa masuk ke sana ya nikmati saja dulu aturan yang telah ada,” beber Arteria. 

Arteria Dahlan ‘diserang’ pertanyaan berkelas tinggi mahasiswa UNP. 

Dengan cekatan jawabannya memberi edukasi dan support. 

“Kalau bicara Pilpres terlalu dinilah,” pungkasnya sambil menyudahi di penghujung waktu memberikan jawabannya pada diskusi ini.

(Obral Caniago)