KPID Jatim Keluhkan Keterbatasan Perangkat Monitoring Siaran TV Digital

Immanuel Yoshua Tjiptosoewarno terima kunjungan kerja LaNyalla
Ketua KPID Jawa Timur, Immanuel Yoshua Tjiptosoewarno menerima kunjungan kerja Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, di Jawa Timur, Senin (19/12/2022). (f/dpd)

SURABAYA, Mjnews.id – Ketua KPID Jawa Timur, Immanuel Yoshua Tjiptosoewarno menerima kunjungan kerja Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, di Jawa Timur, Senin (19/12/2022).

Pada pertemuan itu, hadir Plt Kadis Kominfo Jatim Hudiyono dan jajaran pengurus KPID Jatim yakni Dian Ika Riani (Wakil Ketua KPID Jatim), Royin Fauziana (Komisioner Korbid Kelembagaan KPID Jatim) dan Sundari (Komisioner Korbid Isi Siaran KPID Jatim).

ADVERTISEMENT

1672718317 zd2LclJzIi3V8sEfHHWPFagJbbGo8jsG

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Komisi Informasi Penyiaran Daerah (KPID) Jawa Timur memanfaatkan reses Ketua DPD RI untuk menyampaikan aspirasi mengenai perangkat monitoring siaran televisi digital yang berbeda dengan perangkat televisi analog.

Baca Juga  Raker Komite I DPD dan Polri Bahas Sektor Keamanan dan Ketertiban

Dalam penjelasannya, Yoshua berkomitmen membangun Jawa Timur dan memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Namun, dalam hal peralihan siaran televisi analog ke digital, pihaknya mendapat kendala berkaitan dengan peralatan monitoring.

“Alat pemantau kami yang kurang. Karena hal itu, maka kemudian tugas monitoring tak ter-cover dengan baik,” papar Yoshua. Menurut Yoshua, hal ini berkaitan erat dengan alokasi penganggaran.

“Model penganggaran ini yang menjadi kendala. Kalau dari Pemprov rasanya berat juga. Dibebankan dana hibah juga susah. Sebab, soal penganggaran ini pernah menjadi temuan BPK. Ini kendalanya,” tutur Yoshua.

Baca Juga  Tutup Tahun 2021, Komite II DPD RI Luncurkan Buku Kilasbalik Pengabdian

Yoshua menjelaskan jika di Jawa Timur sudah 100 persen seluruh stasiun televisi beralih dari analog ke digital.

“Jumlah televisi ada 32 dan seluruhnya sudah beralih ke digital. Hanya apakah seluruh masyarakat sudah dapat menikmatinya, nah itu yang sampai hari ini kami masih terus memantau perkembangannya di lapangan,” papar Yoshua.