Malam Kesenian Penutupan TPAT II-2022 di Kubu Gadang Mengesankan

Malam Kesenian Penutupan TPAT II-2022
Malam Kesenian Penutupan TPAT II-2022. (f/kominfo)

PADANG PANJANG, Mjnews.id – Di sebuah lahan samping hamparan sawah Desa Kubu Gadang, Kelurahan Ekor Lubuk Kecamatan Padang Panjang Timur (PPT) menjadi tempat berkesenian, mengakhiri Temu Penyair se Asia Tenggara (TPAT) II-2022 yang berlangsung selama tiga hari, Jumat (2/12/2022). 

Panggung didekorasi sedemikian rupa. Kesan artistik ditonjolkan lewat ornamen bilah bambu dan jerami. Terdapat Tata cahaya pementasan dan asap sebagai efek khusus, memberikan atmosfer tertentu di setiap penampilan.

ADVERTISEMENT

1672718317 zd2LclJzIi3V8sEfHHWPFagJbbGo8jsG

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berbagai pertunjukkan malam itu sangat mengesankan. Diantaranya Saluang dendang yang dilantunkan Uria Novita. Lirik improvisasinya mengandung kelakar, menggoda penonton dan panitia. Kemudian ada tari, orkestra dan penampilan puisi dari peserta TPAT. Diantaranya mewakili negara Vietnam, dan Brunei Darussalam. 

Wali Kota H. Fadly Amran, BBA Datuak Paduko Malano, Wakil Wali Kota Drs. Asrul, Forkopimda serta tamu dari Asia Tenggara menyaksikan dari tenda sambil meneguk kopi kawa. Mereka menikmati berbagai penampilan saat duduk pada bangku-bangku peti kayu, berteraskan jerami pada tanah yang basah, sisa hujan malam itu. 

Baca Juga  Manfaatkan Media Sosial, Omzet Aldinol Meningkat Signifikan

Wali Kota Fadly Amran saat menutup acara tersebut menyampaikan apresiasi atas kunjungan penyair se Asia Tenggara ini. TPAT sebutnya, sebuah kolaborasi antara penyelengga dari penggiat literasi dan pemerintah. Kegiatan ini dipersiapkan jauh hari, bersamaan dengan Art Fest menjemput seniman asli Minang dari luar Sumatera Barat. 

“Kolaborasi inilah inti menjaga kerjasama pemerintah dengan masyarakatnya. Kedatangan bapak dan ibuk pada temu penyair se Asia Tenggara ini merupakan bentuk penghargaan terhadap apa yang dilakukan penggiat literasi di Kota Padang Panjang,” katanya.

Kedatangan TPAT, lanjutnya, juga sebagai pembelajaran. Banyak manfaat baik Kota Padang Panjang. Tulisan para penyair tersebut akan menjadi motivasi.

“Syair-syair yang indah menjadi beautifikasi dari apa yang kita miliki di Kota Padang Panjang ini. Desa Kubu Gadang pun berevolusi setiap tahunnya, makin besar kegiatannya, skalanya. Pada hari ini dihadiri 7 negara di Asia Tenggara,” tuturnya.

Baca Juga  Wamendag Serahkan Anugerah SNI Pasar Rakyat untuk Pasar Pusat Padang Panjang

Salah seorang peserta dari Brunai Darussalam Jefri Arief mengucapkan terimakasih atas sambutan dan keramahtamahan masyarakat Kota Padang Panjang. Dirinya berharap kegiatan ini terus belanjut setiap tahunnya. 

Hal yang sama disampaikan Kurnia Efendi dari Jakarta. “Banyak kenangan yang tertinggal di Kota Padang Panjang ini. Semoga Temu Penyair se Asia Tenggara terus berkembang. Apa yang dibahas saat seminar bisa ditindak lanjuti. Sampai bertemu di Temu Penyair se Asia Tenggara di tahun berikutnya,” ujarnya.

(HARRIS SUYATA – KOMINFO )