Nagari III Koto Aur Malintang Jadi Nagari Percontohan Kampung Literasi

Peresmian Kampung Literasi Nagari III Koto Aur Malintang
Peresmian Kampung Literasi Nagari III Koto Aur Malintang, Kecamatan IV Koto Aur Malintang, Kabupaten Padang Pariaman, Sabtu (24/12/22). (f/ris)

Aur Malintang, Mjnews.id – Wali Nagari III Koto Aur Malintang, Kecamatan IV Koto Aur Malintang, Kabupaten Padang Pariaman, Azwar Mardin mengatakan, program mewujudkan keterbukaan informasi publik sekaligus untuk mendorong masyarakat nagari terlibat aktif dengan arus informasi nagari.

Demikian Azwar Mardin, Sabtu (24/12/2022), saat meresmikan Nagari III Koto Aur Malintang sebagai nagari percontohan kampung literasi Nagari dan nantinya dilaksanakan di seluruh di Sumbar.

ADVERTISEMENT

1672718317 zd2LclJzIi3V8sEfHHWPFagJbbGo8jsG

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peresmian itu dilakukan Wali Nagari III Koto Aur Malintang Azwar Mardin secara dimbolis didampingi Wali Nagari Cimpago, Zukhadi.

Baca Juga  Tanpa Antrian, Wagub Sumbar Minta Masyarakat Gunakan e-Samsat

Hadir dalam peresmian itu Gubernur Sumbar, Bupati Padang Pariaman, Anggota DPD RI Leonardi Harmainy. Kadis PMD Padang Pariaman. Camat IV Koto Aur Malintang, Bamus dan tokoh masyarakat.

Azwar Mardin menuturkan, Kampung Literasi Nagari merupakan wadah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap sistem yang ada di pemerintahan nagari.

Selama ini masih ada ketidaktahuan proses dan sistem informasi oleh kelompok masyarakat nagari.

“Melalui Kampung Literasi nagari ini, salah satu kegiatan memberikan pemahaman media bacaan sesuai motto mencerdaskan kehidupan masyarakat,” ucap Azwar Mardin.

Baca Juga  Sumatera Barat Positif Sambut Lonjakan Mobilitas Pemudik

Lanjutnya, Literasi Nagari saat ini harus bergaung di tengah masyarakat agar tumbuh dan terbangunnya budaya kritis masyarakat. Kritis tersebut terbangun melalui pemahaman masyarakat mampu mendorong pemerintahan nagari ciptakan inovasi dan kolaborasi.

Menurut walinagari berprestasi di Padang Pariaman ini, mewujudkan Kampung Literasi ini sudah diamanatkan dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Pendidikan Nasional. Selain itu juga terdapat dalam UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik sebagai dasar.

(Tka/Ris)