Pansus DPRD Kota Sungai Penuh Studi Tiru ke Padang Panjang

1670849651539865 0
Pansus DPRD Kota Sungai Penuh Studi Tiru ke Padang Panjang. (f/kominfo)

Padang Panjang, MJNews.id – Di penghujung 2022, pemerintah Kota Padang Panjang menjadi kota pilihan bagi daerah untuk belajar dari dekat, terkait pengelolaan biroraksi yang tepat dan tidak bertele-tele. 

Hal tersebut dibuktikan dengan adanya Kunjungan Kerja Pansus III DPRD Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi ke Kota Padang Panjang dalam rangka Studi banding terkait dengan perda dan yang mencakup berbagai kebijakan. 

ADVERTISEMENT

1672718317 zd2LclJzIi3V8sEfHHWPFagJbbGo8jsG

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kedatangan 20 orang rombongan DPRD Sungai Penuh yang dipimpin Ketua DPRD Sungai Penuh, H. Fajran, S.P, M.Si itu disambut Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Perdakop UKM), Javie Carter Eka Putra, M.T, Senin (12/12/2022) di Hall Lantai 3 Balai Kota.

Javie mengatakan, di Kota Padang Panjang untuk rencana pembangunan industri sudah diatur Perda Nomor 1 Tahun 2021 tentang Rencana Pembangunan Industri Kota Padang Panjang 2021-2041 yang ditetapkan pada 5 Agustus 2021 lalu.

Baca Juga  Mahalnya Biaya Politik Disebut LaNyalla Jadi Penyebab Tingginya Korupsi

“Ada tiga industri unggulan yaitu pengolahan kulit, tekstil yang berkaitan dengan bordir, kerancang, batik, serta industri minuman dan makanan. Dengan kata lain, di Padang Panjang cuma ada industri kecil dan menengah. Tidak ada industri besar di sini,” katanya.

Namun demikian, Javie menyebutkan,  meski di dalam perda cuma ada tiga industri unggulan, di luar itu juga ada industri lain yang tidak dimasukan ke dalam industri unggulan tapi disebut dengan industri yang akan berkembang.

“Ada industri susu karena di Kota Padang Panjang memiliki peternakan sapi perah yang susunya diolah menjadi produk-produk turunan seperti keju, susu murni, permen mentega dan lainnya. Nah itu sebagai salah satu yang tidak dimasukan ke dalam industri unggulan, tetapi itu menjadi industri yang akan dikembangkan,” sebutnya.

Javie mengungkapkan secara garis besar tujuan dibentuknya perda ini adalah sebagai acuan bagi Pemerintah Daerah dan pelaku industri dalam perencanaan dan pembangunan industri di Kota Padang Panjang. Sehingga dapat mewujudkan industri daerah yang mandiri, berdaya saing, maju dan industri hijau.

Baca Juga  Stefanus BAN Liow: Pasar Murah Jamin Stabilitas Harga Bahan Pokok

Sementara Fajran menyebutkan daerahnya sedang menggodok ranperda tentang Rencana Pembangunan Industri Kota Sungai Penuh 2022-2042. Untuk menyempurnakan ranperda agar maksimal efisien dan efektif, maka kami lakukan studi banding ini,” terangnya.

Pihaknya memilih Kota Padang Panjang sebagai daerah studi banding, karena telah lebih dahulu mengesahkan perda ini.

“Mudah-mudahan apa yang kami dapatkan dari Padang Panjang ini bisa menjadi acuan dan diimplementasikan juga dengan baik di Sungai Penuh. Semoga hubungan baik ini akan terus berlanjut dan terjaga ke depannya,” tuturnya.

Turut hadir, asisten I, sekwan, Bagian Hukum Kota Sungai Penuh Jambi, kepala Bagian Hukum serta kepala Bidang Perindustrian Kota Padang Panjang.

(Son)