Pemko Padang Panjang Gelar Forum Konsultasi Publik Rancangan RPD 2024-2026

Forum Konsultasi Publik Rancangan RPD 2024-2026
Pemko Padang Panjang Gelar Forum Konsultasi Publik Rancangan RPD 2024-2026. (kominfo)

PADANG PANJANG, Mjnews.id – Kepala Bappeda Provinsi Sumatera Barat, Medi Iswandi, S.T, M.M dan Kepala Bappeda Kota Padang Panjang, Rusdianto, S.IP, M.M. jadi pembicara dalam Forum Konsultasi Publik Rancangan Rencana Pembangunan Daerah (RPD) 2024-2026.

Pemerintah Kota (Pemko) gelar forum tersebut Forum tersebut untuk antisipasi pergantian periode wali kota dan wakil wali kota, di Hall Bappeda, Rabu (28/12/2022).

ADVERTISEMENT

1672718317 zd2LclJzIi3V8sEfHHWPFagJbbGo8jsG

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wakil Wali Kota, Drs. Asrul, dalam sambutannya menyampaikan, 2023 merupakan tahun terakhir RPJMD Kota Padang Panjang 2018-2023. Ini diibaratkan sebuah pertandingan maka 2023 nanti adalah partai finalnya.

Baca Juga  Pemerintah Kota Bukittinggi Gelar FKP Rancangan Awal RKPD 2024

“Kami sangat mengapresiasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) yang sudah menyikapi ketentuan sejak jauh-jauh hari, dengan cara mulai menyusun rancangan RPD. Ini tujuannya agar tidak terjadi kekosongan dokumen perencanaan jangka menengah pada 2024-2026 nantinya,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, adanya dokumen RPD ini sangat penting karena apa yang sudah dicapai dalam lima tahun terakhir harus dilanjutkan dan tetap berkesinambungan.

“Tahun 2018-2023 banyak prioritas pembangunan yang sudah dilaksanakan. Di antaranya Smart City, Smart Surau, Badan Pengelola Islamic Center, beasiswa, Pasar SNI, Rumah Wirausaha, koperasi syariah, pemulihan ekonomi pascapandemi, revitalisasi Pasar Kuliner dan sarana prasarana lainnya. Juga sudah menjadi tuan rumah berbagai event. Seperti KBN, ICGE, Temu Penyair Asia Tenggara, MTQ tingkat provinsi dan lainnya,” papar Wawako Asrul.

Baca Juga  Gubernur Sumbar Resmikan Destinasi Wisata Lembah Batu Limo Padang Panjang

Ia juga menyampaikan siapapun yang menjadi Pejabat wali kota nantinya, agar dapat menjaga hal tersebut selama masa transisi.

“Siapapun yang menjadi wako dan wawako terpilih nantinya, agar dapat mempertimbangkan melanjutkan pembangunan, tanpa ada yang disia-siakan,” tuturnya lagi.

(tia/arb)