Ramal Saleh Sebut Kriteria Ini Harus Dimiliki Calon Kepala Daerah Padang Pariaman

Ramal-Saleh
H. Ramal Saleh. (f/antara)

Padang Pariaman, Mjnews.id – Walaupun jadwal pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Padang Pariaman waktunya masih ada satu setengah tahun lagi, tetapi sosok yang ingin merebut kursi empuk yang sedang diduduki Aciak Suhatri Bur – Rahmang ini sudah mulai bermunculan baik di kampung atau pun berdomisili di rantau. 

Tokoh Sumatera Barat dan putra Padang Pariaman, H. Ramal Saleh angkat bicara soal kriteria calon pemimpin masa depan di Padang Pariaman. Pertama, harus memahami potensi ekonomi daerah yang bisa dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

ADVERTISEMENT

1672718317 zd2LclJzIi3V8sEfHHWPFagJbbGo8jsG

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal itu disampaikan Ramal Saleh dalam menjawab pertanyaan wartawan, Kamis (15/12/2022) melalui pesan Whatsapp-nya.

Menurut putra VII Koto ini, kriteria berikutnya harus memahami karakter masyarakat Kabupaten Padang Pariaman. Ramah investasi yang punya nada keras tapi berhati lembut dan punya kemampuan merajut hubungan internal dan eksternal khusus ke provinsi, pusat dan investor.

Apabila pemimpin masa depan Padang Pariaman tidak memiliki kriteria seperti itu, setelah mendapat tampuk kekuasaan, kerjanya “pergi baralek menjenguk kematian dan berburu babi ke hutan”. 

“Sangat disayangkan negara sudah mengeluarkan biaya tinggi puluhan miliar rupiah,” tutur laki laki pekerja cerdas tuntas dan keras ini. 

Baca Juga  Forum DPB Padang Pariaman Dikukuhkan

Lebih jauh ditegaskan Ramal Saleh, pimpinan daerah harus punya kemampuan cari dana tambahan untuk membangun Padang Pariaman tidak melihat kepada APBD yang sudah ada itu saja. 

“Kalau hanya itu kemampuan pemimpin masa depan Padang Pariaman akan tertinggal terus sementara kondisi ekonomi masyarakat makin morat-marit, jalan-jalan hancur, di sana sini berlubang-lubang, kalau musim hujan seperti kolam ikan dan danau kecil.

Mantan Ketua PKDP Provinsi Sumbar mengaku sangat sedih dan meneteskan air membaca kondisi jalan masyarakat di Korong Lapau Ngarai, Nagari Ambung Kapua, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak yang sudah 30 tahun dibuka tapi tidak pernah ditingkatkan dari jalan tanah menjadi aspal. 

Sementara itu, Wali Nagari Ambung Kapua, Kardimon mengatakan, untuk ke depan kita mengajak masyarakat untuk sadar dan bangkit jangan terpengaruh dengan kebutuhan sesaat.

“Dibayar sebungkus supermie pilihan mereka sudah berubah dari orang kampungnya kepada orang lain,” ucap Kardimon menimpali.

Ketua Tim Sukses Suhatri Bur – Rahmang Kecamatan VII Koto, Erwin Sabata mengaku sangat kecewa dengan Aciak Suhatri Bur – Rahmang yang tidak menepati janjinya bakal membangun VII Koto Sungai Sariak.

Baca Juga  Pemilu 2024, Fakhri Zaki: Jadi Calon Wakil Bupati Dulu Lah!

“Masak sudah 30 tahun lebih dibuka masyarakat tidak pernah diperhatikan pemerintah, betul-betul kecewa saya sebagai tim pemenangan Aciak Suhatri Bur ini,” katanya.

“Selain di Nagari Ambung Kapua, jalan ruas Simpang Ampek Sungai Sariak – Kapalo Koto dan tepatnya di Limpato depan Kantor Wali Nagari Limpato ada lubang besar menganga berjarak 50 meter dari rumah H. Buyung Kenek, Ketua Tim Penenangan Suhatri Bur tingkat Kabupaten Padang Pariaman, toh tidak juga diperbaiki,” ulang Ajo Win mengakhiri.

(Tka)