Sudah 30 Tahun Jalan Korong Lapau Ngarai Masih Tanah, Ini Kata Ketua DPRD Padang Pariaman

jalan Ambacang Gadang - Lapau Ngarai
Kondisi badan jalan Ambacang Gadang Lapau Ngarai, Nagari Ambung Kapua, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, Kabupaten Padang Pariaman. (f/pes)

Padang Pariaman, Mjnews.id – Ketua DPRD Kabupaten Pariaman, Arwinsyah mengaku terkejut membaca berita tangisan masyarakat Korong Lapau Ngarai, Nagari Ambung Kapua, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak yang meminta badan jalannya ditingkatkan dari tanah menjadi aspal.

“Yang lebih mengagetkan, sudah lebih 30 tahun dibuka belum juga diperhatikan oleh Pemda Pariaman,” ujar putra Sungai Limau ini.

ADVERTISEMENT

1672718317 zd2LclJzIi3V8sEfHHWPFagJbbGo8jsG

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Mohon maaf bapak saya baru tahu informasinya. Selama ini kawan-kawan anggota Dewan dari daerah itu tidak ada yang mengusulkan kegiatan peningkatan badan jalan Ambacang Gadang Lapau Ngarai, Nagari Ambung Kapua, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak untuk diaspal,” ujarnya.

“Tolong buatkan proposalnya dan segera antarkan ke ruang kerja saya. Bagi saya soal kebutuhan masyarakat tidak ada bedanya semua wajib diperjuangkan tidak harus di wilayah pemilihan saya saja. Selagi Padang Pariaman semua masyarakat kita,” tukas laki laki dari Partai Gerindra Prabowo Subianto ini.

Baca Juga  Soal Calonkan Diri Jadi Bupati Padang Pariaman, Ini Kata Jon Kenedy Aziz

Bupati dan Wakil Bupati Padang Pariaman, Suhatri Bur Rahmang sampai berita ini diturunkan belum ada memberikan responnya terkait tangisan masyarakat Korong Lapau Ngarai yang merasa dianak-tirikan oleh Pemda Padang Pariaman di bawah kepemimpinan Aciak Suhatri Bur.

Tokoh masyarakat VII Koto, H. Ramal Saleh mengatakan, masyarakat diam jangan dianggap bodoh dan takut. Tetapi masyarakat diam karena masih menghormati pemimpin yang dipilihnya. Saya dapat informasi dari kampung, jarang Bupati Suhatri Bur turun ke lapangan di VII Koto,” kata putra Pincuran Sonsang, Nagari Balah Aie Barat, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak ini. 

Baca Juga  Zakat Fitrah dan Zakat Profesi Diserahkan Secara Serentak

Mantan Ketua PKDP Sumbar ini menambahkan, banyak badan jalan yang sudah dibuka semasa era Bupati H. Anas Malik tidak dirawat dan dipelihara sehingga menjadi rusak lagi termasuk tidak pernah ditingkatkan dari tanah menjadi pengerasan.

“Saya khawatir masyakat akan terdiolir lagi di kampungnya sendiri. Sekali saya ikut memohon kepada Aciak Suhatri Bur untuk mengobati hati masyarakat Lapau Ngarai Nagari Ambung Kapua yang sudah merasa tersakiti,” ulang pengusaha ekspor rempah-rempah hasil bumi seperti buah pala, kulit manis dan buah pinang ini. 

Sambil menghirup kopi kulit manisnya, mantan Ketua Kadin Sumbar juga meminta kepada anggota Dewan dari VII Koto untuk mengawal permohonan masyarakat ini.

(Tka)