Turunkan Angka Stunting, Pemko Padang Panjang Luncurkan Program Basunting

Pemko Padang Panjang Luncurkan Program Basunting
Pemko Padang Panjang Luncurkan Program Basunting. (f/kominfo)

PADANG PANJANG, Mjnews.id – Wakil Wali Kota Padang Panjang, Drs. Asrul meresmikan Program Bapak dan Ibu Asuh Anak Stunting (Basunting), Jumat (8/12/2022) di Aula Kecamatan Padang Panjang Timur.

Wawako Asrul menyampaikan, Program Basunting sudah sejak tiga bulan lalu digagas. Pihaknya mengajak semua elemen untuk mulai aksi nyata gerakan gotong royong dalam percepatan penurunan stunting yang menyasar langsung keluarga berisiko stunting di Kota Padang Panjang.

ADVERTISEMENT

1672718317 zd2LclJzIi3V8sEfHHWPFagJbbGo8jsG

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini merupakan program nasional yang harus kita upayakan semaksimal mungkin. Sebelumnya sudah ada Surat Edaran (SE) Gubernur dan Wali Kota,” jelasnya.

Pihaknya berharap, koordinasi lurah berjalan lancar untuk mendatangi organisasi perangkat daerah (OPD) sebagai Basunting.

Baca Juga  Truk Molen Terguling Sebabkan Kemacetan di Silaiang Kariang Padang Panjang

“Mudah-mudahan ini pertemuan terakhir. Desember dan Januari ini, kita akan evaluasi kembali. Kita akan awasi langsung perjalanannya. Mudah-mudahan, masing-masing kita berperan nyata. Mulai besok kita action ke lapangan,” harapnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSPPKBPPA) Drs. Osman Bin Nur, M. Si dalam laporannya menyebutkan, berdasarkan data pengukuran pada Agustus, balita stunted 491 anak, dengan baduta stunting 164 anak, 81 anak di antaranya berasal dari keluarga miskin.

“Intervensi Basunting ini berupa pemberian makanan pangan lokal dengan kecukupan gizi yang diukur per harinya selama enam bulan,” ucapnya.

Pembagiannya, tambah Osman, untuk 16 kelurahan akan diakomodir dua sampai tiga instansi sebagai bapak dan ibu asuh yang tergabung dalam program ini.

Baca Juga  Cegah Stunting dan Covid-19 Melalui Dasa Wisma, Ini yang Dilakukan TP PKK Kepri

“Misalnya untuk Kelurahan Silaing Bawah dengan jumlah Baduta stunted 7 anak, akan diakomodir Inspektorat, Perdakop UKM serta BPS. Begitu juga dengan kelurahan lain di Kota Padang Panjang,” terangnya.

(and/arb)