Waspada Website Palsu Pengurusan e-VoA, Imigrasi Soekarno-Hatta Lakukan Sosialisasi

Imigrasi Soekarno-Hatta Adakan Sosialisasi
Imigrasi Soekarno-Hatta Adakan Sosialisasi Waspada Website Palsu Pengurusan e-VoA. (f/berkam sitopu)

JAKARTA, Mjnews.id – Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas 1 Khusus Bandara Soekarno-Hatta mewaspadai bermunculannya website palsu untuk pengurusan Electronic Visa on Arrival (e-VoA). 

Kepala Kantor Imigrasi (Kakanim) Bandara Soekarno-Hatta Muhammad Tito Andrianto meminta agar seluruh masyarakat waspada dalam mengurus dokumen keimigrasiannya seperti visa. 

ADVERTISEMENT

1672718317 zd2LclJzIi3V8sEfHHWPFagJbbGo8jsG

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saat ini tengah muncul website bodong untuk melakukan pengurusan e-VoA,” ujarnya dalam forum Focus Group Discussion (FGD) di Mercure Convention Center, Ancol, Jakarta, Rabu 7 Desember 2022. 

Tito menegaskan, pengurusan e-VoA hanya bisa melalui website resmi dari Imigrasi Indonesia di molina.imigrasi.go.id. “Di luar itu dipastikan bahwa website tersebut adalah palsu dan termasuk motif kejahatan siber,” kata Tito. 

Tito mengungkapkan, dalam satu bulan terakhir ini jumlah warga negara asing (WNA) pengguna e- Voa melonjak dengan signifikan. Berdasarkan data, selama bulan November, WNA pengguna VoA mencapai  52.386 dan pengguna aplikasi e-VoA 3.713. 

Namun, Tito menyayangkan peningkatan  WNA pengguna e-VoA ini dimanfaatkan oleh pihak pihak tak bertanggungjawab menggunakan website palsu. 

Baca Juga  Sidak SPBU, Erick Pastikan Ketersediaan BBM Bersubsidi di Tangerang

e-VoA merupakan inovasi terkini dari Direktorat Jenderal Imigrasi dalam hal memberikan kemudahan bagi Warga Negara Asing (WNA) yang hendak masuk ke wilayah Indonesia. Aplikasi ini mulai diluncurkan pada 9 November lalu. 

“Dengan e-VoA maka WNA yang tiba di Indonesia bisa langsung menuju konter pemeriksaan Imigrasi tanpa perlu antre untuk membayar visa lagi,” kata Tito. 

Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Kantor Imigrasi  Soekarno-Hatta, Habiburrahman mengakui, ada dua kendala dalam penyerapan pengguna e-VoA saat ini yaitu, minim sosialisasi dan merebaknya fraud/scam website e-VoA di luar molina.imigrasi.go.id.

Pengurusan e-VoA prosesnya simpel dan cepat

“Karena itu, Imigrasi Soekarno-Hatta akan gencar melakukan sosialisasi penggunaan e-VoA dan menangkal scam. Kami tekankan e-VoA prosesnya simpel dan cepat. Dapat dilakukan dimana saja,” kata Habiburrahman. 

Sosialisasi yang massif terkait aplikasi e-VoA ini, kata Habiburrahman, juga untuk menghadapi libur Natal dan Tahun Baru agar WNA menggunakan e- VoA. “Natal dan Tahun Baru tersosialisasi dengan baik sehingga pengguna e- VoA bisa mencapai 100 persen,” ujarnya. 

Baca Juga  Serius Optimalkan Aset Ex Lapas Bukittinggi, Kakanwil Kemenkumham Sumbar Koordinasi dengan Walikota dan Kepala KPKNL

Menurut Habiburrahman, antara VOA dan e-VoA memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Jika VoA, visa didapatkan di Indonesia dan pembayaran dilakukan di Indonesia, harus antre dua kali yaitu saat pembayaran dan pemeriksaan imigrasi, stiker visa model cetak. 

Sementara e-VoA proses pengajuan di luar negeri, pembayaran melalui e-channel di luar negeri, antre hanya 1 kali saat pemeriksaan keimigrasian dan hanya stiker termal tanda masuk. 

Sementara itu, Customer Service Manager Singapura Airlines, Neneng Sadiah mengungkapkan adanya e-Voa dapat mempermudah WNA yang menggunakan maskapai itu memasuki Indonesia. 

“Feedback bagus, karena begitu kami dapat info dari tanggal 9 dan sambutannya bagus. Mereka lebih mudah dan mengurangi antrian karena ada counter sendiri,” ujarnya. 

Neneng mengatakan, setiap hari maskapai ini mengangkut seribu lebih penumpang dengan menggunakan lima penerbangan. “Dengan adanya kebijakan e-Voa. Penumpang sekarang tidak perlu antre. Hanya tinggal ke imigrasi clearen. 1 hari kami ada 5 flaight dan semua pesawat penuh,” tuturnya.

(bs)