10 Tahun Lahan Rusak, Warga Alai Gelombang Minta Perhatian Pemko Pariaman

Bendungan dekat Muara Pelabuhan Kapal Pariaman
Bendungan dekat Muara Pelabuhan Kapal Pariaman ini menyebabkan lahan pertanian dan perkebunan masyarakat menjadi terlantar, karena apabila hujan air melimpah ke lahan masyarakat. (f/darmansyah)

Pariaman, Mjnews.id – Sekitar 10 hektare lahan pertanian masyarakat di Kelurahan Alai Gelombang, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman rusak dan tidak bisa ditanami sejak 10 tahun lalu.

Keluhan itu disampaikan salah seorang tokoh masyarakat Alai Gelombang, Darmansyah kepada media, Senin (9/1/2023) di Pariaman.

ADVERTISEMENT

1672718317 zd2LclJzIi3V8sEfHHWPFagJbbGo8jsG

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dikatakan, kalau musim penghujan lahan pertanian (persawahan) dan perkebunan kami menjadi rusak dan tidak mendatangkan hasil, sebagai petani tentu menjadi rugi dan kondisi sudah sejak lama.

“Keluhan ini sudah pernah disampaikan kepada Dinas Pertanian dan Dinas PUPR Kota Pariaman. Namun sampai kini belum ada solusinya,” ujar pensiunan penegak hukum ini.

Baca Juga  Atasi Sampah, Pemprov Sumbar Siapkan Dana Pendamping untuk Pengembangan Dua TPA

Menurut laki-laki yang suka ceplas-ceplos ini, terjadinya persoalan ini akibat bendungan dibuat Pemko Pariaman dekat Muara Pelabuhan Kapal Pariaman. Apabila hujan, air melimpah sampai ke Alai Gelombang dan masuk ke lahan pertanian dan perkebunan masyarakat.

“Melalui media disampaikan, kami berharap Pemko Pariaman di bawah kepemimpinan Dr. H. Genius Umar – Mardison Mahyuddin untuk meninjau ulang bendungan di Muara Pariaman supaya tidak merugikan masyarakat Alai Gelombang,” tukuk Darmansyah kembali.

Baca Juga  Ahli Waris Korban Longsor Tanah Taban Padang Pariaman Diberikan SK Pegawai

Kadis Kominfo Kota Pariaman, Feri saat dikonfirmasi secara terpisah mengatakan akan menyampaikan kepada dinas instansi terkait.

“Terima kasih informasinya. Kami akan sampaikan kepada instansi terkait,” ucapnya.

Kepala Dinas PUPR Kota Pariaman Nofrizal Syukri ketika dikonfirmasi berjanji akan membawa ke dalam rapat sesegera mungkin.

“Terima kasih informasi dan masukannya. Insya Allah akan dibahas dalam rapat pagi ini dengan jajaran dinas,” ucap Nono, panggilan akrab Nofrizal.

(Tka)