800 Hektare Lahan Persawahan Tidak Teraliri, Begini Respon Gubernur Sumbar

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah. (f/kominfotik)

Solok, Mjnews.id – Wali Nagari Sirukam, Romi Febriandi menerangkan, ada 800 hektare lahan persawahan yang tidak teraliri karena tahun 2018 silam pernah terjadi longsor di Nagari Sirukam, mengakibatkan patahnya saluran irigasi Banda Laweh Nagari Sirukam.

Nagari Sirukam terdiri dari empat jorong dengan jumlah penduduk tidak kurang dari 6000 jiwa, yang mana sebagian besar masyarakatnya bermata pencaharian sebagai petani, lanjutnya.

ADVERTISEMENT

1672718317 zd2LclJzIi3V8sEfHHWPFagJbbGo8jsG

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Harapan kami, pemerintah provinsi dapat membantu perbaikan saluran irigasi ini, agar kami tidak kesulitan lagi mengaliri lahan,” harapnya.

Baca Juga  Gubernur Sumbar Apresiasi Operasi Bibir Sumbing Gratis oleh IASMA 1 Bukittinggi

Terima keluhan bahwa jaringan irigasi Banda Lawehrusak akibat longsor sejak tahun 2018 silam, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah akan segera turunkan tim untuk tindaklanjuti.

“Saya akan tugaskan Dinas PSDA untuk melakukan pengecekan, agar kita bisa rencanakan seperti apa tindak lanjutnya,” ujar Gubernur Mahyeldi setelah menerima laporan masyarakat pada saat kegiatan peresmian Program Wash Sirukam di Kabupaten Solok, Sabtu (21/1/2023).

Gubernur menyampaikan, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov. Sumbar) melalui Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) sangat serius terhadap masalah irigasi.

Baca Juga  Kecelakaan Beruntun di Dharmasraya, Seorang Pengendara Motor Meninggal di TKP

Hal tersebut dapat terlihat dari data capaian kinerja sepanjang tahun 2022 antara lain telah terbangunnya rehabilitasi jaringan irigasi sepanjang 10.239,55 m, pemeliharaan jaringan irigasi sepanjang 833.801,50 m, normalisasi sungai sepanjang 6.400 m, pengamanan tebing sungai sepanjang 2.536,20 m dan pengamanan pantai sepanjang 380 m.

“Pemprov. Sumbar memiliki komitmen kuat terkait hal ini, apalagi itu menyangkut pertanian, itu adalah Progul kita,” tegas Mahyeldi.

(rel)