Antisipasi Erupsi Gunung Marapi, Rambu Evakuasi Dipasang

BPBD Agam Pasang Rambu Evakuasi
BPBD Agam Pasang Rambu Evakuasi. (f/amc)

AGAM, Mjnews.id – Mudahkan warga ketika terjadi erupsi, BPBD Kabupaten Agam memasang rambu evakuasi di sejumlah perkampungan di Kecamatan Canduang atau lereng Gunung Marapi.

Kalaksa BPBD Agam, Bambang Warsito mengatakan, pemasangan rambu itu dilakukan dalam rangka siaga bencana erupsi Gunung Marapi.

ADVERTISEMENT

1672718317 zd2LclJzIi3V8sEfHHWPFagJbbGo8jsG

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemasangan rambu dan survei ini pihaknya melibatkan Kelompok Siaga Bencana (KSB) nagari hingga kecamatan di wilayah sekitar lereng Gunung Marapi.

“Hal ini agar KSB, pihak nagari dan kecamatan menjalin koordinasi yang lebih intens dalam penanggulangan bencana erupsi, jika intensitasnya semakin meningkat nantinya,” kata Bambang, Kamis (19/1/2023).

Bambang menyebut, terdapat tiga titik atau wilayah lereng Gunung Marapi yang disurvei untuk pemasangan rambu evakuasi tersebut.

Baca Juga  Erupsi Gunung Marapi Sudah 162 Kali Letusan

Tiga lokasi itu yakni, Rumbai Cumantiang, Tabek Gadang dan Guguak yang menjadi wilayah perbatasan Lasi dan Bukik Batabuah.

Menurut Bambang, ketiga wilayah itu merupakan perkampungan paling dekat dengan kawah Gunung Marapi sehingga hal ini mesti diwaspadai.

Kendati begitu kata dia, saat ini wilayah ini masih berada dalam radius aman.

“Dalam radius aman sesuai imbauan pengamatan gunung api (PGA) yakni 3 KM dari kawah, memang kampung ini masih terbilang aman tapi tentu kita harus bersiap,” ujarnya.

Bambang menekankan, survei dan pemasangan rambu evakuasi itu dilakukan juga dengan merunut data dari pos PGA Marapi.

Pihaknya berharap, adanya pemasangan rambu jalur evakuasi tersebut, bisa mempermudah masyarakat jika nanti terjadi bencana di Gunung Marapi.

Baca Juga  Pemkab Agam Gelar Rapat Koordinasi P3MD Tahun 2021

“Kita harap masyarakat mengetahui dan memahami jika terjadi bencana. Kita minta pihak nagari atau KSB untuk mendata berapa jumlah warga yang berada di pemukiman terdekat,” ujar Bambang.

Bambang menambahkan, aktivitas warga Agam yang tinggal di sekitar gunung dengan ketinggian 2.891 meter di atas permukaan laut itu terpantau masih normal dan belum terganggu sejauh ini.

(amc/jef)