Bola  

Gus Muhaimin: Penghentian Liga 2 dan 3, Rusak Tatanan Sepak Bola Indonesia

Abdul Muhaimin Iskandar
Wakil Ketua DPR RI bidang Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Abdul Muhaimin Iskandar. (f/dpr)

JAKARTA, Mjnews.id – Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) memutuskan menghentikan Liga 2 dan Liga 3 Indonesia usai melakukan rapat Komite Ekskutif (Exco) pada 12 Januari 2023.

Wakil Ketua DPR RI Bidang Korkesra Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin) mempertanyakan kebijakan PSSI terkait keputusan menghentikan Liga 2 dan Liga 3.

ADVERTISEMENT

1672718317 zd2LclJzIi3V8sEfHHWPFagJbbGo8jsG

SCROLL TO RESUME CONTENT

”Keputusan menghentikan Liga 2 dan 3 jelas kontraproduktif dengan semangat memajukan persepakbolaan Indonesia. Penghentian liga ini akan mempersempit ruang kaderisasi sepakbola profesional, juga merusak tatanan maupun tata kelola sepak bola di Indonesia,” ujar Gus Muhaimin, Senin (16/12/2023).

Gus Muhaimin juga mempertanyakan keterlibatan dan persetujuan official klub peserta Liga 2 dan Liga 3 dalam keputusan pemberhentian tersebut, sebab dalam pemberitaan media diketahui adanya indikasi tanda tangan palsu yang menyuarakan penghentian kompetisi dari klub peserta namun nyatanya klub tersebut menolak penghentian kompetisi.

Baca Juga  Persak Kebumen Menang 3-0 Atas Persibas Banyumas

”Kami meminta PSSI untuk mengkaji kembali keputusan penghentian Liga 2 dan Liga 3 sebab efek domino dari keputusan tersebut berdampak luas. Salah satunya kepada perekonomian pemain, juga terhadap bisnis sepak bola dan perekonomian daerah,” tuturnya.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mendorong PSSI mencabut keputusan pemberhentian Kompetisi Liga 2 dan Liga 3 dan mengambil kebijakan lain yang lebih merangkul kepentingan banyak pihak serta tidak merusak tatanan kompetisi sepakbola di Indonesia.

”Berikanlah ruang lebih banyak bagi bakat-bakat muda untuk berkompetisi. Bagaimana mungkin kita bisa mencetak prestasi kalau tidak ada kompetisi yang disiapkan oleh PSSI,” katanya.

Baca Juga  Walikota Pariaman Buka Turnamen Sepak Bola Samudra Cup II

Menurut Gus Muhaimin, pembenahan harus dilakukan ketika ada persoalan dalam pelaksanaan liga. Namun, pembenahan tidak harus dengan cara memberangus keberlangsungan liga yang menjadi tempat mengasah sekaligus mengukir prestasi sepak bola di Tanah Air.

(*/eki)