Hapus Restriksi Komoditi, Sultan Dorong Pemerintah Tuntaskan Perundingan I-EU CEPA

Sultan-B-Najamudin
Wakil Ketua DPD RI, Sultan B Najamudin. (f/dpd)

JAKARTA, Mjnews.id – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan B Najamudin mendorong Pemerintah untuk kembali melanjutkan perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA) dengan memasukkan penyelesaian restriksi komoditas Indonesia sebagai salah satu isu prioritas.

Hal ini disampaikan mantan ketua HIPMI Bengkulu itu sebagai langkah preventif dalam mencegah konfrontasi dagang lebih lanjut antara Indonesia dan uni Eropa saat ini sehingga tidak perlu lagi ada aksi saling gugat dan pembatasan aktivitas dagang kedua negara.

ADVERTISEMENT

1672718317 zd2LclJzIi3V8sEfHHWPFagJbbGo8jsG

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita harus mengakui bahwa Uni Eropa merupakan salah satu mitra dagang strategis bagi Indonesia. Kami berharap hubungan bilateral transregional ini harus dibangun dan dirawat dengan sikap saling menghormati dan memberikan manfaat”, ujar Sultan melalui keterangan resminya pada Senin (16/01/2023).

Baca Juga  Datangi KPP Pratama Surabaya, Ketua DPD RI Ajak Wajib Pajak Laporkan SPT Tahunan

Uni Eropa, lanjutnya, juga merupakan mitra bisnis yang cukup besar kontribusinya dalam meningkatkan angka investasi asing (FDI) di Indonesia. Dalam menjaga momentum windfall profit komoditi, Indonesia juga perlu mawas diri dan tidak mengabaikan standar produksi yang disyaratkan oleh Eropa.

“Kami sangat mengapresiasi sikap Pemerintah Indonesia yang berani menunjukkan posisi penting Indonesia dalam pergaulan internasional. Sebagai bangsa Kita berhak mendapatkan penghormatan dan perlakuan yang adil dari bangsa-bangsa lainnya di dunia”, tegas Sultan.

Baca Juga  Asyik! 20 KPM di Kota Pariaman Terima Bantuan RTLH dari Kemensos

Oleh karenanya, kata Sultan, kita perlu merundingkan dan menyepakati standar dagang yang proporsional secara detail dan menyeluruh bagi kedua negara. Saya kira Indonesia tak perlu ragu untuk menjadi inisiator salam diploma dagang yang menentukan ini.

Diluncurkan pada 18 Juli 2016, Perundingan I-EU CEPA telah berlangsung sebanyak 11 putaran baik secara langsung maupun virtual. Putaran ke-13 direncanakan pada awal Februari 2023 di Indonesia.

Total perdagangan Indonesia-UE pada 2021 tercatat sebesar USD 29,1 miliar. Pada periode tersebut, ekspor Indonesia ke UE tercatat sebesar USD 18 miliar sedangkan impor Indonesia dari UE sebesar USD 11,1 miliar.

(dpd/eds)