HUT AJI Padang ke-18, Jaga Independensi Jurnalis dan Keamanan Digital Masyarakat Sipil

HUT AJI Padang ke-18
HUT AJI Padang ke-18. (f/ist)

PADANG, Mjnews.id – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Padang peringati hari lahirnya ke-18 tahun, pada 23 Januari 2023. Merawat Integritas, Menjaga Independensi dijadikan sebagai semangat gerakan yang akan terus diperjuangkan AJI Padang.

Perayaan HUT AJI itu juga dimeriahkan dengan diskusi publik tentang Keamanan Digital Masyarakat Sipil dan Pers Selama Tahun Pemilihan.

ADVERTISEMENT

1672718317 zd2LclJzIi3V8sEfHHWPFagJbbGo8jsG

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua AJI Padang, Aidil Ichlas menyampaikan terima kasih kepada para tamu yang tetap ramai hadir, walau cuaca buruk melanda Kota Padang, sejak siang.

Hadir dalam kesempatan tersebut sejumlah pendiri dan deklarator AJI Padang, perwakilan organisasi jurnalis, kelompok masyarakat sipil, aktivis dan akademisi.

Aidil menyebutkan, tema Merawat Integritas Menjaga Independensi yang diusung AJI Padang, merupakan semangat untuk memperjuangkan independensi jurnalis, terlebih di tahun politik ini. Sebab menurutnya, tidak sedikit jurnalis yang berganti haluan ke profesi lain, maupun rangkap kerja terlibat di bidang politik atau lainnya.

“Di AJI Padang ada enam anggota yang mundur karena beralih profesi. Sikap anggota AJI Padang yang memilih mundur ini merupakan sebuah kehormatan, karena ini bentuk dari upaya mereka menjaga integritas dalam menjaga nama baik AJI Padang,” ujar Aidil.

Hal ini, sambung Aidil, tidak lepas dari perkembangan dinamika media saat ini, terutama dalam kesejahteraan jurnalis. Baik itu di daerah atau pun di tingkat nasional. Namun, ia berharap integritas dan independensi tidak hanya berlaku saat seseorang berprofesi sebagai jurnalis, namun juga di profesi-profesi lain.

Baca Juga  Wagub Sumbar Tinjau Posko di Tiga Titik Lokasi Gempa

Rumah AJI Padang

Perayaan HUT ke-18 tahun ini juga sebagai momentum bagi AJI Padang dalam mempercepat pembangunan kantor AJI Padang yang telah dimulai dalam satu tahun terakhir. Pembangunan ini ditargetkan rampung dalam tahun 2023 ini.

“Kantor AJI Padang ini merupakan sebuah bangunan yang kami cita-citakan sebagai rumah jurnalis dan komponen masyarakat sipil dalam memperjuangkan serta mengawal demokrasi dan kepentingan publik,” ujarnya.

AJI Padang telah menyiapkan berbagai program dan tahapan rencana pembangunan. Termasuk juga membuka donasi publik dalam mendukung percepatan pembangunan Kantor AJI Padang.

Diskusi Publik
AJI Padang berkomitmen untuk terlibat dalam isu-isu kepentingan publik, khususnya di Sumatra Barat. Seperti menyelenggarakan diskusi publik pada HUT ke-18 AJI dengan tema Keamanan Digital Masyarakat Sipil dan Pers Selama Tahun Pemilihan. Diskusi publik ini menghadirkan Senior AJI Padang sekaligus Ketua MPO AJI Indonesia, Hendra Makmur, Charles Simabura perwakilan akademisi dari PUSaKO Unand, dan perwakilan kelompok masyarakat sipil Diki Rafiqi dari LBH Padang

Baca Juga  BPBD Sumbar Siap Laksanakan Bimtek Jitupasna untuk 8 Angkatan

Hendra Makmur dalam pemaparannya mengatakan, meningkatnya eskalasi politik pada tahun pemilihan berpotensi menimbulkan ancaman-ancaman kejahatan digital, baik terhadap jurnalis atau pun masyarakat sipil yang bergerak dalam menyuarakan kepentingan-kepentingan publik.

“Karena memanasnya situasi pada setiap tahun pemilihan maka potensi ini sangat mungkin terjadi menjelang tahun pemilihan pada 2024 nanti,” ujar Hendra

Berdasarkan data AJI Indonesia pada 2022 tercatat ada 61 kasus kekerasan terhadap 97 jurnalis dan pekerja media serta 14 organisasi media. Dengan rincian 15 kasus kekerasan digital, 20 kasus kekerasan fisik dan perusakan alat kerja, 10 kasus kekerasan verbal, 3 kasus kekerasan berbasis gender, 5 kasus penangkapan dan pelaporan pidana dan 8 kasus penyensoran.

“Kasus ini naik 42 persen dari 2021 sebanyak 43 kasus kekerasan terhadap jurnalis. Ini gambaran bagaimana potensi ancaman itu bisa terjadi bukan hanya bagi jurnalis tapi juga aktivis masyarakat sipil,” ujarnya.

Menurut Hendra, meningkatnya potensi kekerasan digital ini lantaran aktivitas publik di internet semakin tinggi. Berdasarkan data asosiasi penyelenggara jasa layanan internet tingkat penetrasi internet di Indonesia di angka 77,02 persen. Sementara untuk di Sumatera Barat tingkat penetrasi internet di angka 75,4 persen.