Warga dan Pengunjung Pasar Talu Keluhkan Tumpukan Sampah

umpukan sampah di belakang pasar Talu Pasaman Barat
umpukan sampah di belakang pasar Talu Pasaman Barat. (f/dodi)

Pasaman Barat, Mjnews.id – Tumpukan sampah di belakang pasar Talu Pasaman Barat yang bau akhir-akhir ini menjadi keluhan warga sekitar dan pengunjung pasar. Bahkan di belakang pasar terbentang aliran Batang Sinuruik. Jika terus dibiarkan sampah akan menumpuk dan membuat lingkungan menjadi lebih kotor lagi, bisa jadi sampah terbawa hanyut ke aliran sungai.

Hujan yang mengguyur juga memperparah kondisi di sekitar gunungan sampah itu. Air hujan yang mengalir dari tumpukan sampah berubah menjadi berwarna putih kehijauan. Kondisi itu berimbas pada aktivitas pengunjung di pasar maupun pedagang yang berhadapan langsung dengan tempat pembuangan sampah. Bahkan beberapa pedagang memutuskan untuk tak berjualan di los bagian belakang.

Kepala Dinas lingkungan Hidup Pasaman Barat, Armi Ningdel melalui Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah B3 dan peningkatan kapasitas lingkungan Andika Saputra, SE. MM. menanggapi keluhan masyarakat terkait sampah pasar Talu.

“Hari ini kita sudah mengangkut sampah pasar yang menumpuk itu ke dalam bak truk sampah. Selanjutnya dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir di Muara Kiawai,” kata Andika, Minggu (22/1/2023).

Sementara Ketua Pengurus Pasar Serikat Talu-Sinuruik, Nurli Efendi menyampaikan, perlu dilaksanakan musyawarah duduk bersama pemerintahan Nagari Talu dan Nagari Sinurut, beserta Bamus Nagari untuk membicarakan persoalan ini dengan langkah terkait penanganan sampah.

“Pertama menetapkan peraturan Nagari (Perna) tentang Pasar serikat Talu Sinuruik. Kedua perlu membentuk kepengurusan Pasar Serikat Talu yang sesuai dengan Perna perubahan belum juga ditetapkan, harapannya segera ditetapkan,” kata Efendi.

Baca Juga  Gnade.clo, Trendsetter Fashion Muslimah di Padang Panjang

Ditambahkan Pj. Wali Nagari Sinuruik, Refi Putra, untuk perencanaan kedepannya pengelolaan sampah pasar serikat nagari Talu Sinuruik akan dikelola di TPST (TPS3R) yang telah dibangun di akhir tahun 2022 oleh pihak Dinas Lingkungan Hidup Pasbar.

“Di tahun 2023 ini akan segera dioperasionalkan sehingga sampah sampah organik dapat diolah menjadi pupuk kompos padat, dan bisa juga diolah menjadi pupuk cair melalui komposter dan juga dapat menghasilkan belatung yang mempunyai nilai ekonomis,” urainya.

(dod/wal)