ADVERTISEMENT
Berita

KPU dan Personel Gabungan Mulai Turunkan APK dalam Kota Padang Panjang

219
×

KPU dan Personel Gabungan Mulai Turunkan APK dalam Kota Padang Panjang

Sebarkan artikel ini
Kpu Dan Personel Gabungan Mulai Turunkan Apk Dalam Kota Padang Panjang
KPU dan Personel Gabungan Mulai Turunkan APK dalam Kota Padang Panjang. (f/maison)

Mjnews.id – Penjabat Walikota Sonny Budaya Putra melepas secara resmi tim pembersihan Alat Peraga Kampanye (APK) Pemilu Tahun 2024 di halaman Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Padang Panjang, Minggu 11 Februari 2024 pagi.

Pembersihan APK peserta pemilu bertujuan membersihkan kota dari atribut kampanye jelang hari pemungutan suara yang bakal digelar pada 14 Februari 2024.

ADVERTISEMENT
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Sesuai jadwal, kampanye pemilu 2024 berlangsung selama 75 hari sejak 28 November 2023 berakhir hingga 10 Februari 2024. Setelah itu memasuki masa tenang 11 hingga 13 Februari 2024.

Komisioner KPU Divisi Sosialisasi, Masnaidi, meminta tak ada lagi aktivitas kampanye dalam bentuk apapun pada masa tenang nanti. Artinya, semua alat perga kampanye sudah bersih terpasang dalam kota maupun luar kota Padang Panjang.

Pihaknya, sudah melakukan koordinasi dengan pihak terkait bahwa alat peraga kampanye (APK) atau bahan kampanye yang disebarkan tidak ada lagi masih terpasang dalam masa tenang nanti.

Semuanya tidak dibenarkan dalam bentuk apapun, semua APK harus dibersihkan, makanya kita rapat koordinasi agar partai politik bisa mensosiisasikan ke jajarannya. Terkait, masalah APK yang bakal kita turunkan bersama pihak terkait, Polisi, ABRI, Pol PP, BPBDD Kesbang Pol.

Menurut dia, penertiban APK itu harusnya dilakukan oleh peserta pemilu itu sendiri terhadap APK yang sudah dipasang.

Baca Juga  Bupati Agam Rotasi Pejabat Eselon II, Ini Detailnya

“Tapi dari kegiatan pemilu-pemilu sebelumnya tidak dilakukan, oleh karena itu ketika tidak ada inisiatif peserta pemilu, tentu Bawaslu sebagai pihak pengawasan bekerja sama dengan pemerintah daerah, kepolisian untuk melakukan pembersihan terhadap APK yang ada,” ujarnya.

Masnaidi mengajak, baik itu partai politik, calon legislatif, calon perorangan maupun tim pemenangan daerah calon presiden dan wakil presiden untuk menjaga kondisi di masa tenang ini.

Jelang hari pencoblosan yang tinggal beberapa hari lagi, kota harus bersih dari yang namanya APK, bener, spanduk, baliho para peserta pemilu tanpa kecuali.

“Semuanya kita jaga masa tenang ini, selain tidak ada kampanye kami mengharapkan untuk menjaga kondusifitas di masa tenang ini,” tukuknya.

Bawaslu, kata Masnaidi, akan berkomitmen dan menjadi contoh dalam penertiban APK ini. Sebagai pengawas pemilu harus berpijak pada kenetralan, tidak pilih kasih. Namaya penertiban, harus kita laksanakan bersama sama.

“Mulai pukul 00 dini hari tanggal 11 Februari 2024, seluruh APK yang terpasang di KPU dan di beberapa titik di seharusnya sudah kami turunkan. Mengingat malam dan etika, maka pagi ini dilakukan pembersihan semua alat peraga kampanye yang terpasang di dalam kota Padang Panjang,” katanya.

Selama masa tenang pemilu yang berlangsung 11 hingga 13 Februari 2024, APK di ruang publik harus dibersihkan.

Baca Juga  Perpres Nomor 99 Tahun 2017 Jadi Landasan Kuat Kebijakan Perencanaan Gerakan PKK

“Pembersihan APK selama masa tenang sebenarnya merupakan tanggung jawab peserta pemilu, tetapi kami selaku penyelenggara pemilu berkewajiban mengoordinasi pembersihan,” ujar Anam.

Ketua KPU Padang Panjang, Puliandri mengatakqn, tepat memasuki tanggal 11 Februari 2024, sejak pukul 00.01 dini hari tadi, KPU Padang Panjang bersama Badan Pengawas Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) dan pemangku kepentingan terkait, termasuk Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) seharusnya sudah melakukan pembersihan APK dalam kota Padang Panjang.

Sementara itu, Pj Walikota Sony Budaya Putra yang melepas secara resmi Tim pembersihan APK Pemilu mengatakan, komitmen bersama antara peserta Pemilu dan stakeholder terkait dalam mewujudkan penyelenggaraan tahapan Pemilu sesuai dengan peraturan perundang-undangan agar tertib dan tetap menjaga keharmonisan situasi politik.

Semoga kota Padang Panjang bisa menjadi contoh bagi kabupaten dan kota lainnya dalam pelaksanaan pemilu. Bahwasanya, sikap dewasa menyikapi penyelenggaraan kontestasi politik di tahun 2024 ini.

“Sesuai peraturan perundang-undangan, untuk mewujudkan ketertiban umum menjadi prioritas demi menjaga kondusifitas menjelang hari pemungutan suara menjadi prioritas dalam penyelenggaraan Pemilu tahun 2024. Sejatinya, perbedaan pilihan dinamikanya sebuah Demokrasi, ujar Sony Budaya Putra, kepada Mjnews.id.

(*)

Kami Hadir di Google News