BeritaLimapuluh KotaSumatera Barat

Gubernur Sumbar Sebut Alek Bakajang di Gunung Malintang Layak Masuk Daftar Kharisma Event Nusantara

89
Alek Bakajang di Nagari Gunung Malintang, Pangkalan, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat
Alek Bakajang di Nagari Gunung Malintang, Pangkalan, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. (f/pemprov)

Menyikapi permintaan tersebut, Wali Nagari Gunung Malintang, Wido Putra sempat menjelaskan secara singkat sejarah terselenggaranya Alek Bakajang. Di mana, pada awalnya setiap warga pergi Manjalang kepada Niniak Mamak atau Datuak Panghulu, dan selanjutnya diteruskan Manjalang Alim Ulama maupun Cadiak Pandai seperti Pemerintah Nagari atau tokoh masyarakat dari dari 4 (empat) suku berbeda yang ada di Gunuang Malintang.

“Semua itu dilakukan dengan menggunakan perahu (kajang) dengan melintasi Sungai Batang Mahat untuk silaturahim yang dilaksanakan setelah Hari Raya Idul Fitri,” terang Wido.

ADVERTISEMENT

Ada pun empat suku tersebut, sambungnya, antara lain Suku Domo, Suku Melayu, Suku Piliang, serta Suku Pagar Cancang. Selama 5 (lima) hari berturut-turut keempat suku tersebut bersilaturrahim ke setiap Istano datuak-datuak yang ada.

“Karena itu ada lima perahu kajang yang mewakili tiap-tiap jorong atau wilayah di bawah nagari, yang berparade di tepian Batang Mahat,” sebutnya.

Dalam kesempatan itu juga, Bupati Lima Puluh Kota, Safaruddin turut memberikan apresiasi tinggi kepada masyarakat Nagari Gunung Malintang yang setiap tahun menyelenggarakan iven Alek Bakajang.

Ia berharap, masyarakat Gunuang Malintang dapat menulis dan mendokumentasikan tradisi Alek Bakajang secara komprehensif dan lengkap, sehingga lebih mudah dalam mewariskannya kepada generasi mendatang.

(adpsb)

Exit mobile version