Mjnews.id – Penjabat Walikota Fauzan Hasan memimpin jalannya apel Jambore Desa Tangguh Bencana (Destana) Kota Sawahlunto tahun 2024 yang dipusatkan di lapangan Bola Kaki Desa Kubang Tangah, Kecamatan lembah Segar, Rabu 3 Juli 2024.
Dalam amanatnya, Penjabat Walikota menyampaikan bahwasanya kegiatan ini merupakan bagian dari kesiapsiagaan kita dalam menghadapi dan mengurangi risiko dari akibat bencana itu sendiri.
Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang penanggulangan bencana mengamanatkan untuk melindungi masyarakat dari ancaman bencana. Salah satu strategi untuk mewujudkan hal ini adalah melalui pengembangan desa atau kelurahan tangguh terhadap bencana dalam upaya pengurangan risiko bencana dengan melibatkan secara aktif masyarakat dalam mengkaji, menganalisis, menangani, memantau dan mengevaluasi risiko bencana untuk mengurangi kerentanan dan meningkatkan kemampuan menghadapi ancaman bencana di wilayahnya masing-masing.
Melihat kondisi geografis Kota Sawahlunto yang berbukit-bukit dan kemiringannya yang cukup tinggi membuat Kota Sawahlunto sangat rentan terhadap bencana khususnya tanah longsor yang telah dialami beberapa waktu lalu di beberapa titik di Kota Sawahlunto.
“Kta harus belajar dari kejadian bencana yang telah terjadi di Sawahlunto tersebut, yang umumnya terganggunya resapan air akibat hujan, penebangan pohon penebangan pohon penahan tanah di lereng lereng bukit, riol jalan yang tersumbat dan banyaknya rumah warga yang tidak memiliki talangan air,” kata Fauzan Hasan.
Fauzan hasan juga mengucapkan terima kasih terhadap relawan Destana yang cepat tanggap terhadap kejadian bencana yang terjadi di Daerah masing masing, dengan kerja sama yang solid, mari saling bersinergi antara masyarakat dalam penanganan bencana, terus lakukan pembinaan dan pembekalan terhadap Destana sebagai ujung tobak dalam penanganan bencana di Desa masing-masing.
“Terima kasih kepada relawan bencana yang tergabung dalam Destana yang telah berperan aktif dalam antisipasi kejadian bencana, mari saling bersinergi dan saling bahu membahu dalam penanganan setiap kejaidan bencana di Kota Sawahlunto, dan kita hidupkan kembali budaya gotong royong di tengah-tengah masyarakat,” pungkas Fauzan.
(Uni)
