Jika syarat di atas tidak terpenuhi, yakni konjungsi terjadi lewat dari pukul 12:00 malam GMT, maka bulan baru tetap bisa dimulai, dengan syarat konjungsi tersebut terjadi sebelum fajar di New Zealand, dan telah imkan rukyat di daratan benua Amerika atau kawasan lain di luar benua Amerika.
“Apabila tidak ada kawasan yang memenuhi imkan rukyat pada hari konjungsi, bulan baru akan dimulai lusa setelah hari konjungsi,” ujarnya.
Ditambahkan, untuk menentukan awal Muharram 1446 H, berdasarkan perhitungan astronomis, konjungsi bulan terjadi pada Jumat, 5 Juli 2024 pukul 22:57:19 GMT.
Selanjutnya, imkan rukyat atau kemungkinan terlihatnya bulan sabit pertama terjadi pada Sabtu, 6 Juli 2024 pukul 11:30:38 GMT, dengan tinggi bulan sekitar 6 derajat dan elongasi 8 derajat.
“Berdasarkan kriteria KHGT, kondisi ini sudah memenuhi syarat untuk menetapkan awal bulan Muharram 1446 H yang jatuh pada Minggu 7 Juli 2024,” tambahnya.
Menurutnya, penetapan tanggal ini memiliki makna yang sangat penting bagi umat Islam. Selain sebagai awal tahun baru Hijriyah, 1 Muharram juga seringkali diperingati sebagai momentum untuk refleksi dan evaluasi diri.
Dengan adanya penetapan yang berdasarkan kriteria KHGT ini, diharapkan dapat mengurangi perbedaan pendapat, dan meningkatkan kesatuan dalam penentuan awal bulan Hijriyah.
Hal ini akan sangat membantu dalam menyelaraskan berbagai kegiatan keagamaan dan sosial yang bergantung pada kalender Hijriyah, termasuk penentuan hari-hari besar Islam dan perencanaan aktivitas tahunan lainnya.
(rel)
