BeritaSumatera Barat

Duh! Banyak Tambak di Sumbar yang Tutup Karena Penyakit

857
Tambak udang vaname
Tambak udang vaname. (f/ist)

Mjnews.id – Perairan pantai laut Kabupaten Pesisir Selatan, Padang Pariaman, Kepulauan Mentawai dan Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) merupakan daerah andalan penghasil komoditi laut jenis kerapu dengan pembudidaya menggunakan jaring apung dan tambak bagi pembudidaya komoditi udang paname.

Bagaimana aktivitas pembudidaya kerapu dan pembudidaya udang paname baru-baru ini pada daerah produksi komoditi ini?

ADVERTISEMENT

Ketika awak media ini menjumpai Kepala Dinas Kelautan Perikanan (DKP) Provinsi Sumbar, Reti Wafda, mengungkap lebih jelas dan transparan saat dijumpai di kantornya pada Rabu 31 Juli 2024.

Reti Wafda melalui Kabid Budidaya DKP Sumbar, Noviyanti mengatakan, produksi jenis komoditi udang paname tahun 2024 ini sampai sekarang mencapai sebanyak 1.914,3 ton, dan produksi kerapu sekira 24,831 ton.

Dijelaskannya, terdapat 7 pelaku usaha udang paname di Kabupaten Padang Pariaman, Agam 35 pelaku usaha, Kota Padang 7 pelaku usaha, dan Pesisir Selatan 23 pelaku usaha.

Dengan produksi tertinggi komoditi udang paname di Kabupaten Agam pada panen terakhir sebanyak 20 ton, serta Pesisir Selatan panen terakhir sebanyak 5,4 ton.

Sekaitan ini, terdapat tambak udang paname dengan produksi terendah di Kabupaten Padang Pariaman sekitar 90 persen telah tutup, Agam 65 persen juga telah tutup, karena serangan penyakit yang disebabkan banyak tambak yang tak punya Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL), terdampak abrasi pantai, lokasi tambak seratus meter dari pinggir pantai dan banyak tambak yang tidak memiliki izin.

“Daerah pembudidaya kerapu terdapat di Kabupaten Kepulauan Mentawai sebanyak 104 pembudidaya dengan produksi sebanyak 38,843 ton, Pesisir Selatan 884 pembudidaya dengan produksi 6,39 ton,” pungkas Noviyanti.

(Obral)

Exit mobile version