Pakar Kepemiluan dari Universitas Indonesia (UI) Titi Anggraini, mengatakan sejarah baru di Pilkada Jatim 2024 ini, membuktikan bahwa politik kesetaraan peran antara laki-laki dan perempuan merupakan sebuah keniscayaan. Sehingga perempuan bukan hanya untuk kepentingan Pilkada Jatim, sebagai pemilih, tapi sebagai sosok yang akan dipilih.
Lebih dari itu, Titi Anggraini menganggap kehadiran perempuan dapat membawa pesan politik yang sangat berpengaruh bagi arah perkembangan demokrasi, baik di tingkat lokal Jawa Timur, maupun di Indonesia.
“Pilkada Jawa Timur mengukir sejarah baru bagi panggung politik Indonesia dan juga saya kira menjadi preseden bagi praktik keterwakilan perempuan dan perempuan politik di dunia dalam konteks kontestasi elektoral,” katanya melalui Youtube pribadi Titi Anggraini dikutip dari NU Online, Rabu (10/9/2024).
Pilkada Dharmasraya 2024
Pilkada Dharmasraya 2024 mengukir dua sejarah baru. Pertama, KPU Dharmasraya menetapkan hanya satu pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati, yakni Annisa Suci Ramadhani (Caca) dan Leli Arni dalam Pilkada Dharmasraya 2024. Dengan demikian Caca-Leli akan melawan kotak kosong.
Kedua, Caca-Leli menjadi dua perempuan pertama yang maju berpasangan untuk Pilkada serentak 2024 di Sumatera Barat.
Annisa Suci Ramadhani merupakan putri bungsu Marlon Martua Situmeang, mantan Bupati Dharmasraya 2005-2010, setelah dimekarkan dari Kabupaten Sijunjung.
Caca menggandeng politikus dan birokrat senior Leli Arni, mantan anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, yang juga pernah menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Dharmasraya.
Jauh sebelum Hj. Emiko, SP tampil di kontestasi Pilkada 2024, ternyata Kabupaten Solok sudah lebih dahulu membuktikan bahwa kiprah perempuan dapat dipercaya. Setidaknya, ada dua indikator yang terang-benderang.
Pertama, “kiprah para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Solok yang memiliki kinerja brilian.” Kedua, “kiprah dua Walinagari (Kepala Desa Adat) yang terbukti saat memimpin di nagarinya, diterima dengan baik oleh seluruh elemen masyarakat. Termasuk para pemangku adat, maupun pemuka agama.”
Kiprah para kepala OPD Pemkab Solok terbilang sangat brilian. Para srikandi tersebut, bahkan memimpin OPD-OPD “bergengsi” yang memegang peranan penting terhadap jalannya pemerintahan. Seperti Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Vivi Fortuna Adhadi, Kepala Dinas Perumahan Permukiman (Perkim) Ratna Humaira, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Teta Midra, hingga Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, Perdagangan dan Usaha Kecil Menengah (Koperindag UKM) Ahpi Gusta Tusri.
Kemudian, saat ini ada setidaknya tiga Walinagari (Kepala Desa Adat) di Kabupaten Solok yang dipilih langsung oleh masyarakat untuk menjadi pemimpin. Pertama Walinagari Koto Laweh, Kecamatan Lembang Jaya, Kasyanti. Kedua, Walinagari Bukit Bais, Kecamatan IX Koto Sungai Lasi, Usnidar, ketiga Walinagari Sibarambang, Kecamatan X Koto Diatas, Rosmalinda. Hal itu menjadi bukti, saat perempuan memimpin nagarinya, itu tidak menjadi persoalan.
