BeritaKota Payakumbuh

Tumpukan Sampah Pasar Ibuh Dikeluhkan, Kadis Lingkungan Hidup Minta Bersabar, Ketua DPRD Enggan Berkomentar

753
Tumpukan sampah di Pasar Ibuh, Payakumbuh
Tumpukan sampah di Pasar Ibuh, Payakumbuh. (f/yusra akbar)

Mjnews.id – Persoalan sampah kembali menjadi sorotan di Pasar Tradisional Ibuh, Kota Payakumbuh. Tumpukan sampah yang telah menggunung selama lebih dari satu bulan terakhir belum mendapatkan penanganan yang memadai.

Kondisi ini tidak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga mengganggu aktivitas pedagang dan pengunjung pasar.

ADVERTISEMENT

Seorang pedagang di Pasar Ibuh, Yanti (45), mengungkapkan kekecewaannya terhadap lambannya penanganan masalah sampah.

“Kami setiap hari harus berjualan di tengah bau busuk dan lalat yang berkerumun. Pemerintah seperti tidak peduli. Padahal, ini pusat aktivitas ekonomi masyarakat,” ucapnya kepada wartawan, Sabtu siang 21 Desember 2024.

Dikatakan Yanti, kami sudah melapor, tapi belum ada tindakan nyata. “Kalau dibiarkan terus, ini bisa menjadi masalah serius bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat, terkhusus pedagang,” kesalnya

Masalah sampah ini perlu segera ditangani, mengingat dampaknya yang begitu luas.

“Kami hanya berharap pemerintah lebih peduli. Sampah di Pasar Ibuh ini bukan hanya masalah kecil, tapi masalah yang harus segera diselesaikan.

“Dengan aksi nyata dan kepedulian bersama, Pasar Ibuh diharapkan bisa kembali menjadi pusat aktivitas ekonomi yang bersih dan nyaman bagi semua,” harap Yanti.

Keluhan serupa juga disampaikan Arman, salah seorang warga yang kerap berbelanja di pasar tersebut.

Menurutnya, sampah yang dibiarkan menumpuk tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga merusak citra Pasar Ibuh sebagai salah satu pusat perdagangan utama di Payakumbuh.

Sampah yang menumpuk terdiri dari limbah organik dan anorganik, yang seharusnya dapat dikelola dengan sistem pemilahan. Namun, hingga kini, belum ada langkah konkret dari pemerintah kota untuk mengatasi permasalahan tersebut.

“Tumpukan sampah ini menunjukkan kurangnya perhatian pemerintah terhadap pengelolaan pasar. Padahal, Pasar Ibuh adalah denyut nadi perekonomian kota,” ujarnya.

Arman juga menyebutkan, limbah yang tidak dikelola dengan baik berpotensi mencemari tanah dan air di sekitar area pasar.

“Selain itu, bau menyengat dan keberadaan serangga pembawa penyakit meningkatkan risiko gangguan kesehatan bagi pedagang dan pengunjung,” sebut aktivis lingkungan itu.

Arman berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret seperti, peningkatan Frekuensi Pengangkutan sampah dan mengangkut sampah secara rutin agar tidak menumpuk dan penyediaan fasilitas pengelolaan sampah, serta penyediaan tempat pemilahan sampah di area pasar.

“Serta mengedukasi pedagang dan masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah,” tutup Arman.

Sementara itu ,Kadis Lingkungan Hidup Desmon Corina saat ditanya wartawan terkait keluhan pedagang tentang sampah yang menumpuk, menyebutkan, untuk sampah Pasar Ibuh itu merupakan sampah rutin yang diangkut oleh truk sampah DLH.

“Tetapi memang ada terjadi perlambatan biasanya 2 rotasi saat ini menjadi 1 rotasi, dikarenakan pengiriman kita ke Kota Padang,” ujarnya.

Dikatakan Desmon, untuk percepatan begitu, truk rute tersebut kembali dari Padang, langsung memuat kembali dan sebagian sampah Pasar Ibuh diolah menjadi kompos di TPST Ibuh.

“Guna mengurangi bau dilakukan penyemprotan dengan disinfektan serta nantinya memang akan ada kegiatan yang melibatkan masyarakat untuk pengolahan sampah, karena sampah ini merupakan masalah kita semua dan semua pihak harus ikut bertanggung jawab,” kata Desmon.

Disampaikan Kadis Lingkungan Hidup, jalan menuju TPA Padang Karambia sedang diperbaiki. Mudah-mudahan minggu depan sudah bisa sampah kita dibawa lagi ke TPA Padang Karambia Payakumbuh Selatan.

“Saya juga meminta kepada pedagang dan masyarakat agar bisa bersabar untuk beberapa hari ini,” pungkasnya.

Di lain pihak, Ketua DPRD Payakumbuh, Wirman Putra saat diminta tanggapannya terkait keluhan pedagang pasar Ibuh sekaitan dengan menumpuknya sampah yang sangat berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat, enggan berkomentar.

(Yud)

Exit mobile version