Bupati Toha juga menyoroti tiga program strategis yang ditawarkan pihak IAA, yaitu:
1. Pemanfaatan Bandara Pangeran Abdul Hamid Sekayu sebagai pusat pemeliharaan, perawatan, dan operasional helikopter PUMA untuk kawasan Asia Tenggara.
2. Investasi pengembangan peternakan berbasis teknologi genetika, melalui persilangan antara kerbau sawah lokal dan bison Eropa.
3. Pengembangan infrastruktur pengolahan air minum yang inovatif dan berkelanjutan.
4. Pengolahan Turunan sawit dan Karet yang dapat dikerjasamakan mengingat potensi ini banyak di Musi Banyuasin.
Inisiatif tersebut diyakini akan memberikan nilai tambah besar bagi pembangunan daerah dan mendukung pencapaian visi Muba 2025–2030: “Maju Lebih Cepat, Bersama Mensejahterakan Musi Banyuasin.”
CEO IAA Emil Sirbu mengungkapkan kekagumannya terhadap Muba. Meski baru pertama kali berkunjung, ia menyebut Kabupaten Muba terasa seperti “rumah kedua”.
Ia juga menjelaskan bahwa lawatannya ini merupakan bagian dari misi bisnis ke Indonesia pada 9–15 Juni 2025 untuk membangun kemitraan di sektor-sektor prioritas.
Sektor yang ditawarkan mencakup teknologi modifikasi cuaca, pengelolaan limbah berkelanjutan, penambangan garam pegunungan, budidaya anggur dan ekspor gandum, jagung, kedelai.
Kemudian inseminasi dan ekspor sapi, Energi terbarukan, Industri mini dan agroindustri, Farmasi, alat medis, dan manajemen rumah sakit dan Sistem pengawasan udara
“Kami ingin menjadikan Muba sebagai mitra utama di Indonesia dalam pengembangan sektor-sektor inovatif dan strategis ini,” pungkas Emil.
Kunjungan ini turut diwarnai dengan jamuan makan siang yang menciptakan suasana hangat dan penuh keakraban, memperkuat sinyal positif dari kedua belah pihak.
Turut hadir, Ambassador Tanasa Dumitru, Amhar Azeth, Repsresentative from the embassy republic of Indonesia in Bucharest Martin Soeprijadi Diaw, Eddy Santana Putra, Andi Wijaya Busro.
(Mira)
