BeritaKemensosNasionalPendidikan

Berkat Sekolah Rakyat, Putri Bisa Wujudkan Cita-cita Menjadi Chef

663
Mensos Saifullah Yusuf saat berdialog dengan ratusan orang tua calon siswa Sekolah Rakyat Berasrama
Mensos Saifullah Yusuf saat berdialog dengan ratusan orang tua calon siswa Sekolah Rakyat Berasrama. (f/humas)

Mjnews.id – Suasana haru memenuhi aula Pusdiklatbangprof Margaguna, Jakarta Selatan, saat Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) berdialog dengan ratusan orang tua calon siswa Sekolah Rakyat Berasrama, pada Rabu 25 Juni 2025.

Program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto bukanlah sekadar sekolah, melainkan ruang harapan yang akan membentuk mental, karakter, dan pengetahuan siswa dari keluarga kurang mampu.

ADVERTISEMENT

“Kalau ada anak dari keluarga miskin bisa masuk sekolah bagus, berasrama, dan diasuh dengan kasih sayang serta disiplin, itu bukan hanya urusan pendidikan. Itu pesan kuat bahwa negara tidak pernah abai,” tegas Gus Ipul.

Ia menegaskan, Sekolah Rakyat bukan bentuk belas kasihan, melainkan pemenuhan hak anak-anak untuk tumbuh percaya diri dan menjadi manusia merdeka.

Kisah Nyata, Mimpi Terbuka, Gus Ipul membagikan video kisah Ade dan Randi, dua remaja yang terpaksa berhenti sekolah karena keterbatasan ekonomi.

“Kisah ini mewakili banyak anak yang punya potensi, tapi terhenti di tengah jalan. Sekolah Rakyat adalah jalan untuk melanjutkan mimpi mereka,” ujarnya.

Momen paling menyentuh datang dari Ikin Sasikin (62), seorang kuli bangunan serabutan. Dengan suara bergetar, ia mengungkapkan rasa syukur karena putrinya, Tika Pratiwi (16), akan menjadi bagian dari Sekolah Rakyat.

“Saya sangat terharu sekali dengan apa yang dilakukan oleh Bapak Presiden kita, juga Bapak Menteri. Ini sangat menyentuh dan membanggakan,” ungkapnya.

Tika, dengan mata berkaca-kaca, berharap bisa mengubah nasib keluarganya melalui pendidikan, bahkan bercita-cita menjadi chef.

Exit mobile version