BeritaPLNSumatera Barat

Pakai Listrik PLN: Biaya Produksi Lebih Hemat, Hasil Meningkat

1555
Roadtrip Media 2025 bersama PLN UID Sumbar
Roadtrip Media 2025 bersama PLN UID Sumbar. (f/humas)

Mjnews.idPLN berkomitmen mendukung program prioritas pemerintah dengan listrik berkelanjutan, termasuk Astacita Presiden terkait ketahanan pangan melalui swasembada dan membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.

Hal itu terlihat saat PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Barat (UID Sumbar) mengadakan Roadtrip Media 2025, bersama pimpinan dan jurnalis berbagai media cetak, online, dan elektronik di Sumatera Barat pada Selasa (26/8/2025).

ADVERTISEMENT

General Manager PLN UID Sumbar, Ajrun Karim, menyebut kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat pemahaman publik terhadap peran PLN dalam pembangunan daerah dan nasional.

“Media adalah mitra strategis untuk menyampaikan program kami ke masyarakat,” kata Ajrun Karim.

Para jurnalis diajak mengunjungi sejumlah fasilitas PLN dan lokasi program Electrifying Agriculture, dimulai dengan kunjungan ke PLTA Singkarak. Rombongan Roadtrip diterima oleh Manajer PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Bukittinggi, Budi Murianto.

Program Electrifying Agriculture

Setelah mengunjungi PLTA Singkarak, kegiatan dilanjutkan dengan mengunjungi kebun naga milik Agus Susiloadi, mantan pegawai Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Buah Tropika di Aripan Bawah, Nagari Aripan, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok.

Agus mengaku, sejak memakai listrik PLN untuk menerangi buah nagari di malam hari untuk mempercepat pembuahan, hasil kebun meningkat pesat.

“Dengan program Electrifying Agriculture PLN, jumlah buah meningkat signifikan. Bahkan di bagian batang juga tumbuh buah,” ujar Agus Susiloadi gembira.

Agus mengaku, pemakaian listrik PLN di lokasi kebun disebabkan kejadian tak disengaja. Semula listrik dimaksudkan untuk menerangi kebun untuk mencegah pencurian, namun setelah diterangi pada malam hari, jumlah bunga terlihat meningkat.

“Kemudian saya memakai listrik PLN, dan beralih ke daya listrik bisnis sehingga biayanya semakin murah,” pungkas Agus.

Exit mobile version