Mjnews.id – Sebuah unggahan video dari akun TikTok @blitar.raya.bersa mendadak bikin gaduh jagat maya. Dalam video itu, Walikota Blitar Syauqul Muhibbin atau akrab disapa Mas Ibbin diframing seolah mendukung aksi massa perusuh yang hendak berbuat anarkis di sekitar kantor DPRD Kota Blitar.
Video yang diberi caption provokatif itu bahkan menyebut Mas Ibbin memberikan “dukungan logistik” kepada massa perusuh. Narasi tersebut sontak menimbulkan persepsi liar: ada yang menganggap Walikota berpihak ke perusuh, namun tak sedikit pula netizen yang membela dan melihat aksi Mas Ibbin justru sebagai upaya meredam kerusuhan.
Fakta di Lapangan: Hoax!
Sejumlah warga yang berada langsung di lokasi membantah keras narasi dalam video itu. Menurut mereka, apa yang dilakukan Mas Ibbin adalah bentuk strategi persuasif untuk mendinginkan situasi, bukan mendukung aksi anarki.
PS, warga Kecamatan Sukorejo yang ikut berada di barisan pengamanan bersama Mas Ibbin, menegaskan bahwa pembagian air mineral kepada ribuan massa adalah taktik cerdas untuk meredam potensi kericuhan.
“Kok malah diframing dukung anarkis? Itu pembunuhan karakter! Saya ada di sana dan tahu persis, justru Mas Ibbin yang menenangkan ribuan massa. Kalau tidak, mungkin gedung DPRD sudah hancur,” tegas PS.
Hal serupa disampaikan D, warga Kecamatan Sananwetan. Ia menilai langkah Mas Ibbin berhasil menyelamatkan Kota Blitar dari ancaman amuk massa.
“Kalau dibalas dengan cara kasar, habis sudah kantor DPRD malam itu. Jadi jelas, unggahan di TikTok itu fitnah besar,” ujarnya.
Patroli Hingga Dini Hari
Pantauan Liputanesia.co.id, Sabtu malam (30/8/2025) hingga Minggu dini hari, Mas Ibbin turun langsung memimpin patroli keamanan bersama jajaran Forkopimda, Satpol PP, hingga komunitas ojol. Mereka berkeliling di titik-titik rawan, salah satunya di depan kantor DPRD Kota Blitar yang menjadi target utama massa.
Saat rombongan konvoi ratusan motor tiba dengan suara bising dan kibaran bendera, Mas Ibbin memilih pendekatan humanis: menyapa massa dan membagikan air mineral. Cara itu efektif meredam ketegangan dan mencegah eskalasi kerusuhan yang sempat mengintai.
“Kami memahami aspirasi masyarakat. Tapi penyampaiannya harus tertib dan tidak merusak fasilitas yang notabene milik kita bersama. Karena itu kami lebih menekankan cara persuasif agar Kota Blitar tetap kondusif,” ujar Mas Ibbin di sela patroli.
Warga Bersatu Jaga Kota
Menariknya, dalam aksi pengamanan itu tak hanya aparat yang turun tangan. Warga, komunitas, hingga driver ojol bahu-membahu bersama Mas Ibbin menjaga fasum dan aset Pemkot dari ulah massa anarkis.
Kehadiran Mas Ibbin di tengah-tengah massa dengan pendekatan persuasif membuat warga menilai upaya framing yang beredar di media sosial hanyalah hoax murahan yang mencoba merusak citra kepala daerah. (*)
