Di tingkat nasional, pemerintah melalui Perpustakaan Nasional dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi terus menggenjot program literasi.
Data Perpusnas tahun 2024 menunjukkan indeks literasi masyarakat Indonesia masih pada angka 64,48 atau kategori sedang, sehingga berbagai program di daerah sangat dibutuhkan untuk memperkuat budaya literasi sejak dini.
Selain itu, Survei Literasi Digital Indonesia 2024 mencatat indeks literasi digital berada di level 3,65 dari skala 5. Pemerintah pusat menargetkan penguatan literasi, termasuk literasi hukum, budaya, dan digital sebagai prioritas pembangunan SDM.
Dengan demikian, bimtek kepenulisan di Sawahlunto tidak hanya berdampak lokal tetapi juga mendukung agenda nasional dalam meningkatkan kapasitas literasi masyarakat Indonesia, sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya penguatan SDM berbasis budaya dan inovasi.
(Uni)
