BeritaKabupaten Dharmasraya

Kerja Bakti Massal di Dharmasraya Sabtu Besok: Dari Gerakan Seremonial Menuju Kesadaran Kolektif

2441
Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Budi Waluyo
Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Budi Waluyo. (f/ist)

Mjnews.id – Dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya akan menggelar kerja bakti massal serentak pada hari Sabtu, 20 September 2025.

Untuk memastikan komitmen tersebut benar-benar dijalankan di seluruh nagari, Pemkab akan membentuk tim pemantau yang terdiri dari para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Mereka akan ditugaskan ke masing-masing nagari untuk mengawasi pelaksanaan kegiatan, mulai dari persiapan hingga tahap akhir.

ADVERTISEMENT

Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Dharmasraya, Drs. Jasman Rizal, MM yang akrab disapa Pak JR, melalui Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Budi Waluyo, menyatakan bahwa pembentukan tim pemantau adalah bagian penting agar kerja bakti massal tidak sekadar seremonial, tetapi benar-benar memberikan manfaat nyata.

“Perlu ada pengecekan agar seluruh nagari melaksanakan kerja bakti sesuai jadwal dan instruksi,” ujar Budi Waluyo dalam keterangannya kepada wartawan di Pulau Punjung, Kamis, 18 September 2025.

Menurutnya, Bupati Annisa Suci Ramadhani, telah menginstruksikan kepada seluruh camat untuk menggerakkan aparat nagari dan masyarakat agar bersama-sama membersihkan lingkungan di wilayah masing-masing. Instruksi ini mencakup bukan hanya kebersihan fisik, tetapi juga pelibatan warga dalam proses memilah dan membuang sampah dengan benar.

“Ibu bupati sudah perintahkan agar kegiatan ini digelar serentak di seluruh nagari,” tambahnya.

Pelaksanaan kerja bakti akan menitikberatkan pada pembersihan tempat ibadah, pasar jika ada, serta titik-titik pembuangan sampah liar. Sampah yang dikumpulkan akan ditimbang dan dipilah menjadi tiga jenis sampah organik, anorganik, dan residu. Sampah organik akan dimanfaatkan atau ditimbun secara ramah lingkungan; sementara sampah anorganik dan residu akan dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sitiung V Rabusa.

Dengan pengelolaan seperti ini, diharapkan beban lingkungan bisa dikurangi, dan masyarakat semakin peduli terhadap siklus sampah.

Sekda menekankan bahwa kerja bakti ini bukan hanya soal kebersihan visual garis tepi jalan yang bersih atau lapangan yang rapi tetapi dampaknya jauh lebih luas: kesehatan masyarakat.

“Saya inginkan seluruh camat betul-betul menjalankan amanah dari Ibu Bupati kerja bakti massal di tiap nagari bukan kegiatan tambahan, tapi bagian dari upaya menyeluruh memperbaiki lingkungan kita. Kami akan melakukan pemantauan langsung pada hari-H dan menyusun laporan komprehensif kepada Bupati. Karena jika kebersihan lingkungan terus diabaikan, bukan hanya keindahan saja yang hilang, tapi risiko kesehatan akan meningkat,” ujarnya dengan tegas.

Exit mobile version