BeritaKesehatanMalang

Dinkes Kabupaten Malang Kawal Pengobatan Queensa, Penderita Hidrosefalus Hingga Sembuh

741
Plt Kepala Dinkes Kabupaten Malang, drg Ivan Drie
Plt Kepala Dinkes Kabupaten Malang, drg Ivan Drie. (f/ist)

Mjnews.id – Seorang bayi bernama Queensa Acellin Kaynaseh asal Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, Jawa Timur, didiagnosis menderita hidrosefalus. Kasus ini mendapat perhatian langsung dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang yang memastikan akan melakukan pendampingan hingga proses penyembuhan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Kabupaten Malang, drg Ivan Drie, menyampaikan bahwa bayi berusia enam bulan tersebut sudah menjalani operasi di RSUD Kanjuruhan dan saat ini dalam masa pemulihan.

ADVERTISEMENT

“Pastinya akan kami kawal terus. Nanti akan didampingi oleh pihak Puskesmas Wajak,” ujarnya, Selasa (2/9/2025).

Ivan memastikan pembiayaan pengobatan Queensa telah ditanggung melalui BPJS dalam skema Penerima Bantuan Iuran Daerah (PBID) dari Pemkab Malang. Dengan demikian, orang tua pasien tidak perlu khawatir terkendala biaya perawatan.

Terkait penyebab hidrosefalus, Ivan menyebut ada berbagai faktor seperti infeksi virus, kelainan anatomi otak, riwayat jatuh, maupun bawaan sejak lahir. Namun, berdasarkan laporan puskesmas, selama masa kehamilan ibu Queensa dalam kondisi sehat, tidak kekurangan gizi, serta tidak terinfeksi virus.

“Sekilas bukan karena virus, sepertinya ada kelainan anatomi,” jelasnya.

Saat ini kondisi Queensa dinyatakan stabil dan dijadwalkan menjalani kontrol lanjutan pada awal pekan depan.

“Alhamdulillah kondisinya sekarang baik. Insya Allah bisa sembuh,” ungkap Ivan.

Menurut data, hidrosefalus bukan penyakit langka dan dapat terjadi pada lima dari setiap 1.000 kelahiran di Indonesia. Meski demikian, hingga kini Queensa tercatat sebagai satu-satunya bayi penderita hidrosefalus di Kabupaten Malang.

“Mudah-mudahan tidak ada lagi di wilayah lain,” pungkas Ivan.

(rmn)

Exit mobile version