Mjnews.id – Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun memanfaatkan masa resesnya, menyosialisasikan manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada masyarakat di Kelurahan Blandongan, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan, Jawa Timur.
Dalam kegiatan tersebut, Misbakhun menegaskan bahwa program MBG merupakan wujud nyata keberpihakan negara kepada rakyat kecil sebagaimana visi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Program MBG adalah bentuk nyata keberpihakan negara kepada rakyat kecil. Ini investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi Indonesia yang sehat dan kuat menuju Indonesia Emas 2045,” kata Misbakhun dalam keterangannya di Jakarta, dikutip pada Jumat 17 Oktober 2025.
Misbakhun menjelaskan, sejak tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo, program MBG mendapat alokasi anggaran yang signifikan. Tahun 2025, anggaran MBG mencapai Rp171 triliun, dan pada 2026 meningkat menjadi Rp350 triliun.
Legislator Komisi Keuangan dan Perbankan DPR itu meyakini, selain memperkuat gizi anak bangsa, program MBG juga menggerakkan ekonomi lokal karena pelaksanaannya melibatkan pengusaha dan koperasi daerah.
“Seluruh program Astacita ditujukan untuk kepentingan rakyat. Saya berharap masyarakat Pasuruan terus memberikan dukungan agar program-program ini berjalan optimal demi kesejahteraan bersama,” ujarnya.
Misbakhun juga mengajak masyarakat Pasuruan untuk terus mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran yang menjalankan visi Astacita, yakni delapan cita-cita nasional yang menekankan keberpihakan kepada rakyat.
Selain menyosialisasikan program MBG, Misbakhun meninjau proyek rehabilitasi Sungai Petung di Kelurahan Blandongan, yang merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial (CSR) PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI), mitra kerja Komisi XI DPR.
“Rehabilitasi Sungai Petung ini sebelumnya hanya 700 meter, kini menjadi 1.800 meter berkat optimalisasi bantuan PT SMI,” kata Misbakhun.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo, Ketua DPRD Kota Pasuruan H. Toyyib, Assistant Vice President TJSL PT SMI Hendriko Leonard, sejumlah anggota DPRD, serta perwakilan Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur) 10/JP.












