BeritaBlitar

Program MBG Jadi Penyelamat Harga Telur, Peternak Blitar Apresiasi Langkah Prabowo-Gibran

624

Mjnews.id – Memasuki tahun pertama kepemimpinan Prabowo Subianto sebagai Presiden bersama dengan Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden, sejumlah program strategis mencuri perhatian publik. Salah satu yang paling menonjol adalah program Makanan Bergizi Gratis (MBG), yang mendapatkan apresiasi dari kalangan peternak lokal.

Salah seorang pelaku usaha telur di Blitar, Tomi Gandhi Sasongko, mengungkapkan bahwa keberadaan program MBG membawa dua dampak signifikan: pemenuhan gizi anak-sekolah serta pemberdayaan usaha peternakan kecil. “Program MBG ini luar biasa. Pemerintah tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi anak-anak sekolah, tetapi juga memberdayakan kami peternak sekaligus pelaku usaha telur. Telur yang digunakan untuk program ini dibeli dari kami langsung. Sehingga, roda ekonomi sampai tingkat bawah bergerak,” ujarnya, Rabu (22/10/2025).

ADVERTISEMENT

Tomi menambahkan sebelumnya peternak sering mengalami kesulitan menjaga stabilitas harga ketika ada kelebihan produksi atau fluktuasi pasar. Dengan hadirnya MBG, permintaan telur meningkat dan harga di tingkat peternak menjadi lebih stabil. “Dulu harga telur sering jatuh. Apalagi saat produksi melimpah. Sekarang dengan adanya program MBG, ada jaminan pasar yang jelas. Ini bukti nyata janji kampanye Pak Prabowo untuk memperkuat sektor pangan dan memberdayakan pelaku usaha kecil.”

Menurut Tomi, hasil-kerja satu tahun pemerintahan ini sudah mulai memperlihatkan bukti kongkrit: mulai dari pemberantasan korupsi, penguatan fiskal, hingga program pangan rakyat. Di sisi lain, ia berharap program MBG berjalan secara berkelanjutan agar manfaatnya semakin merata: “Satu tahun kepemimpinan Pak Prabowo sudah menunjukkan hasil kongkrit. Saya berharap agar program seperti MBG tetap berkelanjutan, karena pemerataan kemanfaatan kepada kalangan masyarakat sudah terjamin. Selain menyehatkan generasi muda, program seperti MBG membuktikan mampu menyerap tenaga kerja baru yang signifikan.”

Dengan demikian, meskipun masih banyak tantangan yang harus dihadapi—termasuk peningkatan kapasitas produksi lokal, distribusi yang merata, serta penguatan sinergi antar-pelaku rantai pangan—program MBG diyakini bisa menjadi salah satu tonggak keberhasilan awal bagi pemerintahan Prabowo-Gibran dalam memperkuat sektor pangan dan ekonomi kerakyatan. (*)

Exit mobile version