BeritaKota SawahluntoOlahraga

Luar Biasa! Atlet Sawahlunto Bemby Fernanda bersama Rawal Putra Juara 1 di Korea Ulsan Traditional Archery World Cup

342
Atlet Bemby Fernanda dan Rawal Putra meraih Juara 1 Tim Zhamby Korea Ulsan Traditional Archery World Cup di Korea Selatan
Atlet Bemby Fernanda dan Rawal Putra meraih Juara 1 Tim Zhamby Korea Ulsan Traditional Archery World Cup di Korea Selatan. (f/ist)

Mjnews.id – Atlet Bemby Fernanda dan Rawal Putra yang tergabung dalam Perkumpulan Panahan Berkuda Indonesia (KPBI) berhasil meraih Juara 1 Tim Zhamby Korea Ulsan Traditional Archery World Cup di Korea Selatan, yang berlangsung pada 31 Oktober hingga 4 November 2025.

Raihan medali emas di kancah internasional tersebut bukan saja menjadi kebanggaan KPBI Sumbar namun dapat mengibarkan Sang Merah Putih, dan Indonesia pun bangga buah prestasi atlet ini.

ADVERTISEMENT

Atlet Bemby Fernanda, seorang ASN Pemko Sawahlunto dan Rawal Putra bersama tiga atlet lainnya yang mewakili Indonesia, yakni Ilyas Nasa dari Sulawesi Selatan, Purnama dari Sulawesi Tengah dan Handaru Trimulyono dari Jakarta.

Bemby tampil mewakili Tim Indonesia pada kategori Zamby, panahan tradisional dengan jarak tembak 30 meter dan target bulat berdiameter 15 cm yang digantung menggunakan tali.

Dalam kompetisi bergengsi ini, Bemby bersama tim menunjukkan ketenangan, akurasi dan konsistensi luar biasa hingga berhasil menaklukkan para pemanah terbaik dunia.

“Alhamdullilah, perjuangan panjang dilalui untuk bisa mengikuti Korea Ulsan Traditional Archery World Cup ini dan sukses juga dapat diraih,” kata Bemby Fernanda, atlet KPBI Sumbar asal Kota Sawahlunto, Rabu 5 November 2025.

Dia berharap prestasi Indonesia ini dapat memotivasi KPBI serta butuh dukungan bersama agar prestasi ini lebih baik ke depan.

Olahraga panahan tradisional sendiri dikenal sebagai bentuk warisan budaya yang menekankan keterampilan alami, kepekaan instingtif dan keindahan teknik memanah klasik. Berbeda dari panahan modern, cabang ini menggunakan peralatan sederhana tanpa bantuan teknologi sehingga menuntut konsentrasi dan kontrol penuh dari sang pemanah

Kejuaraan dunia ini menjadi ajang bergengsi yang digelar rutin oleh komunitas internasional untuk melestarikan tradisi panahan yang sarat nilai budaya dan sportivitas. Capaian luar biasa ini menjadi bukti bahwa potensi atlet dari daerah mampu menorehkan prestasi di tingkat global.

(Uni)

Exit mobile version