BeritaInternasionalSumatera Barat

Ini 6 Agenda Utama Konferensi Wakaf Internasional di Sumbar, Ada 28 Narasumber Dalam dan Luar Negeri

155
×

Ini 6 Agenda Utama Konferensi Wakaf Internasional di Sumbar, Ada 28 Narasumber Dalam dan Luar Negeri

Sebarkan artikel ini
Gubernur Mahyeldi berikan keterangan terkait persiapan pelaksanaan Konferensi Wakaf Internasional di Sumbar
Gubernur Mahyeldi berikan keterangan terkait persiapan pelaksanaan Konferensi Wakaf Internasional di Sumbar. (f/pemprov)

Mjnews.id – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah mengungkapkan, panitia Konferensi Wakaf Internasional telah menyiapkan enam agenda utama dalam konferensi yang digelar pada 15-16 November di Hotel Truntum, Padang.

Mahyeldi menyebut, 28 tokoh yang berasal dari dalam dan luar negeri sudah disiapkan menjadi pembicara atau narasumber. Sekitar 1.000 peserta juga akan hadir dalam acara tersebut.

ADVERTISEMENT

“Sebanyak 28 pembicara akan membahas empat tema besar selama kegiatan, di antaranya wakaf untuk pembangunan berkelanjutan, investasi produktif, pendidikan, dan kesejahteraan sosial,” ungkap Mahyeldi di Padang, Jum’at (7/11/2025).

Gubernur menegaskan, pihaknya ingin menjadi pusat lahirnya gagasan-gagasan baru dalam dunia perwakafan. Dengan kolaborasi lintas sektor, seperti dalam penyelenggaraan Konferensi Wakaf Internasional ini, pihaknya berharap dapat melahirkan model pengelolaan wakaf yang modern dan berdaya guna.

Ia menilai, enam agenda yang disusun panitia akan membuat kegiatan ini lebih hidup dan menyentuh berbagai kalangan. Melalui pendekatan akademis dan edukatif, konferensi ini diharapkan dapat meningkatkan literasi wakaf di masyarakat.

Enam Agenda Utama Konferensi Wakaf Internasional

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdaprov Sumbar, Ahmad Zakri merinci enam agenda utama tersebut meliputi: konferensi, pelatihan dan sertifikasi nadzir wakaf kompeten, pameran produk wakaf, Waqf and Investment Gathering, Waqf Goes To School/Campus, serta silaturahmi nasional ulama dan pengasuh pesantren.

“Kegiatan ini kami rancang agar tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi langsung menyentuh praktik dan implementasi,” kata Zakri.

Zakri menambahkan, melalui kegiatan yang variatif ini, masyarakat akan semakin memahami bahwa wakaf memiliki peran besar dalam pemberdayaan ekonomi dan pendidikan.

“Inilah saatnya menjadikan wakaf sebagai gerakan sosial sekaligus ekonomi,” ujarnya.

Ahmad Zakri, menilai konferensi ini menjadi momentum memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai lembaga nasional dan internasional. Dengan kolaborasi yang kuat, ia yakin ekosistem wakaf produktif di Sumbar akan semakin matang.

“Sumatera Barat siap menjadi laboratorium wakaf produktif Indonesia,” ujar Ahmad Zakri.

Ia berharap, hasil konferensi ini dapat menjadi rujukan nasional bagi penguatan wakaf di berbagai daerah, sehingga manfaatnya tidak hanya lokal tapi bisa global.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT