BeritaPertaminaSumatera Utara

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Sosialisasikan Pengamanan Obvitnas dan Jalur Pipa di Fuel Terminal Medan

264
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Sosialisasikan Pengamanan Obvitnas dan Jalur Pipa di Fuel Terminal Medan
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Sosialisasikan Pengamanan Obvitnas dan Jalur Pipa di Fuel Terminal Medan. (f/ist)

Mjnews.d – Sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat pengamanan infrastruktur energi strategis, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) melalui Fuel Terminal Medan kembali menggelar sosialisasi pengamanan Objek Vital Nasional (Obvitnas) dan keselamatan di sekitar jalur pipa Bahan Bakar Minyak (BBM).

Kegiatan dilaksanakan di Aula Kantor Camat Medan Belawan pada Kamis (5/2/2026), menyusul kegiatan serupa yang sebelumnya digelar di Aula Kantor Lurah Pekan Labuhan pada 3 Februari 2026.

ADVERTISEMENT

Sosialisasi ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, antara lain Camat Medan Belawan, Lurah Belawan Bahari, Lurah Bagan Deli, Lurah Pekan Labuhan, para Kepala Lingkungan, serta masyarakat sekitar.

Turut hadir unsur aparat keamanan dan instansi terkait, di antaranya Polsek Medan Belawan, Koramil 09 Belawan, Pos TNI AL (Posal) Belawan, Polres Pelabuhan Belawan, serta Dinas Pemadam Kebakaran Belawan.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap potensi risiko di sekitar jalur pipa BBM, sekaligus memperkuat kolaborasi dalam menjaga infrastruktur strategis negara sebagai bagian dari sistem pengamanan Objek Vital Nasional.

Upaya ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi serta Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 63 Tahun 2004 tentang Pengamanan Objek Vital Nasional.

Pertamina Patra Niaga Sumbagut: Pengamanan objek vital nasional Butuh Peran Aktif Masyarakat

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menegaskan bahwa pengamanan objek vital nasional memerlukan peran aktif seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat.

“Pengamanan objek vital nasional tidak hanya menjadi tanggung jawab perusahaan dan aparat, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat. Melalui sosialisasi ini, kami ingin memastikan masyarakat memahami potensi risiko di sekitar jalur pipa BBM sekaligus mengetahui langkah yang perlu dilakukan apabila menemukan indikasi gangguan maupun kondisi darurat,” jelas Fahrougi.

Ia menambahkan bahwa keterbukaan informasi dan jalur komunikasi yang cepat menjadi kunci dalam menjaga keandalan distribusi energi.

“Kami mendorong masyarakat untuk tidak ragu melapor melalui saluran resmi yang telah disediakan. Sinergi antara Pertamina, aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat merupakan fondasi utama dalam menjaga keselamatan lingkungan serta keberlanjutan penyaluran energi bagi masyarakat luas,” tambahnya.

Exit mobile version