Misalnya, komoditas kopi telah dipasarkan ke beberapa negara seperti Jepang, Australia, Amerika Serikat, dan Korea. Lalu produk olahan makanan seperti rendang Uni Lili telah menjangkau pasar Eropa. Hasil kerajinan sulaman juga telah menjangkau negara tetangga dan Timur Tengah.
Program ini akan terus dilanjutkan sejalan dengan telah dimasukkannya dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029 dan menjadi bagian dari visi dan misi pemerintah daerah.
Sebagai gambaran, untuk tahun ini pemerintah melalui Disperindagkop dan UKM telah menganggarkan Rp 817,8 juta dengan target 420 pelaku UMKM mendapatkan peningkatan kapasitas usaha.
Bersamaan, saat ini sejumlah UMKM juga tengah memproses 400 sertifikat halal melalui Pusat Kajian Halal LDPM Bukittinggi.
(sus)
