Mjnews.id – Guna mempercepat pembangunan sektor pertanian, Bupati Limapuluh Kota, Safni melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari akademisi, praktisi, hingga mantan birokrat yang berpengalaman dalam perencanaan dan pengembangan daerah.
Hal ini terlihat saat dalam kegiatan penanaman perdana 400 batang bibit alpukat jenis Miki di areal lahan seluas lebih kurang 2 Ha di Jorong Simpang Tigo, Nagari Sariak Laweh, Kecamatan Akabiluru, Rabu 8 April 2025.
Selain dihadiri beberapa kepala OPD, wali nagari dan penyuluh pertanian, juga terlihat hadir sejumlah tokoh yang memiliki rekam jejak di bidangnya masing-masing, diantaranya; Budi Febriandi, akademisi dan pemerhati pertanian, khususnya komoditas kopi. Kemudian Indra Sago, Ketua SPSI sekaligus pelaku dan pemerhati pertanian.
Turut hadir juga Gusdian Laora, mantan Kepala Bapelitbang yang berpengalaman dalam perencanaan pembangunan, serta Marzul Veri, mantan Ketua KPU yang kini aktif di sektor pertanian.
Dalam paparannya, Budi Febriandi menyampaikan bahwa komunikasi dan diskusi bersama Bupati Safni telah sering dilakukan, termasuk dengan David Andrio, politisi PKS yang turut memberikan kontribusi pemikiran dalam pembangunan sektor pertanian di Limapuluh Kota.
Sementara Gusdian Laora yang akrab disapa Da Yan juga mengungkapkan optimisme terhadap arah pembangunan yang tengah dijalankan. Ia menilai, dengan landasan yang kuat dan perencanaan yang matang, hasil nyata akan mulai terlihat dalam tiga tahun ke depan.
Gusdian Laora menyampaikan melalui kolaborasi berbagai elemen ini, Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota menunjukkan komitmen bahwa pembangunan Central of Agro bukan hanya program pemerintah semata, tetapi gerakan bersama yang melibatkan kekuatan pemikiran, pengalaman, dan aksi nyata dari berbagai pihak.
“Kolaborasi menjadi kunci, karena pembangunan yang kuat lahir dari kebersamaan, bukan berjalan sendiri-sendiri,” bebernya.
Limapuluh Kota mandiri benih
Di sisi lain, Indra Sago menekankan pentingnya strategi pembangunan yang dimulai dari sektor hulu. Ia menyarankan agar Pemerintah Daerah fokus pada kemandirian benih sebagai fondasi utama.
“Kita dorong Limapuluh Kota menjadi sentra pembibitan. Tidak hanya untuk Sumatera Barat, tetapi juga mampu memenuhi kebutuhan nasional,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa setelah sektor hulu diperkuat, langkah selanjutnya adalah peningkatan budidaya yang baik, hingga akhirnya masuk ke tahap hilirisasi.
“Hilirisasi kopi, kelapa, dan kakao harus menjadi arah berikutnya, agar nilai tambah bisa dinikmati langsung oleh masyarakat,” tambahnya.
(Yud)
