Mjnews.id – Dharmasraya akhirnya resmi memiliki Sekretaris Daerah (Sekda) definitif. Bupati Annisa Suci Ramadhani melantik Medison, S.Sos, M.Si sebagai Sekda Kabupaten Dharmasraya di Auditorium kantor Bupati setempat, Kamis (7/5/2026).
Pelantikan birokrat senior yang pernah berkiprah di Kabupaten Solok dan Kabupaten Sijunjung itu berlangsung khidmat dan dihadiri sejumlah pejabat penting dari tingkat provinsi hingga daerah.
Hadir mewakili Gubernur Sumatera Barat Kepala Badan Kepegawaian Daerah Sumbar Fitriati, perwakilan Pemerintah Kabupaten Solok, Wakil Ketua DPRD Dharmasraya Sujito, Kapolres Dharmasraya Kartyana Widyarso Wardoyo Putro, unsur Forkopimda, tokoh adat, serta jajaran pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Dharmasraya.
Pelantikan Medison menandai berakhirnya kekosongan jabatan Sekda definitif yang selama ini diisi oleh pejabat sementara. Dalam sambutannya, Bupati Annisa menegaskan, posisi Sekretaris Daerah bukan sekadar jabatan administratif, melainkan pusat kendali jalannya birokrasi pemerintahan daerah.
“Pelantikan ini bukan sekadar seremoni pergantian pejabat. Jabatan Sekretaris Daerah adalah jabatan tertinggi dalam karier ASN di daerah. Sekda merupakan motor penggerak birokrasi, penghubung kepala daerah dengan seluruh perangkat daerah, sekaligus penjamin terlaksananya visi dan misi pemerintah daerah,” tegas Annisa.
Menurutnya, tantangan birokrasi saat ini menuntut kerja yang lebih cepat, bersih, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Karena itu, ia berharap kehadiran Sekda definitif mampu memperkuat konsolidasi pemerintahan sekaligus mempercepat pelaksanaan program pembangunan daerah.
Pengangkatan Medison sendiri, kata Annisa, telah melalui mekanisme uji kompetensi sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku, termasuk memperoleh rekomendasi dari Gubernur Sumatera Barat dan Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Kepada Sekda yang baru, Annisa menitipkan sejumlah pesan penting. Ia meminta Medison menjaga integritas, memperkuat koordinasi antarperangkat daerah, serta memastikan pelayanan publik berjalan tanpa birokrasi berbelit-belit.
Selain itu, Medison juga diminta mengawal program prioritas daerah dan penggunaan anggaran tahun 2026 agar tepat sasaran dan benar-benar berdampak bagi masyarakat.
“Rangkul seluruh ASN tanpa diskriminasi dan bangun komunikasi yang sehat. ASN yang solid adalah kunci keberhasilan organisasi,” ujar Annisa.
