Mjnews.id – Belum genap 1 bulan diresmikan, Masjid Al Hidayah Desa Taratak Boncah, Kecamatan Silungkang, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, yang merupakan masjid Wakaf dari salah seorang mantan anggota DPR RI, H. Darul Siska, mengutus pengurus masjid di antaranya Ketua Deki Nofikar beserta Sekretaris Aldi Tamsil serta Ketua Ikatan Remaja Masjid (IRM) Afis Akmal dalam kegiatan studi tiru ke Masjid Jogokariyan Jogyakarta, Sabtu 9 Mei 2026.
Tiga peserta yang didampingi langsung oleh Kepala Desa Taratak Boncah, Arben, disambut hangat di aula Masjid Jogokariyan dan dibawa langsung ke Kantor Sekretariat Suffah oleh Ustaz Galih perwakilan pengurus Masjid Jogokariyan.
Ketua Pengurus Masjid Al Hidayah Desa Taratak Boncah, Deki Nofikar dalam sambutannya mengungkapkan harapan besar dari kegiatan studi tiru ini.
“Mudah-mudahan dengan kegiatan studi tiru ini para pengurus memiliki wawasan yang luas terkait tata kelola masjid sehingga Masjid Al Hidayah Desa Taratak Boncah bisa menjadi makmur,” katanya.
Dia menekankan tiga tanda kemakmuran masjid: banyaknya jamaah, kemampuan menyejahterakan umat, dan fungsinya sebagai pencerah.
“Mudah-mudahan Allah SWT senantiasa membimbing kita semuanya agar mampu untuk memakmurkan masjid Al Hidayah imbuhnya lagi.
Dalam kesempatan itu, Ustaz Galih sebagai pengurus Masjid Jogokariyan berbagi pengalaman berharga tentang bagaimana mereka berdakwah sejak awal pendirian masjid hingga mencapai kemakmuran seperti saat ini. Ustadz Galih memaparkan strategi dan upaya yang dilakukan pengurus untuk menjadikan masjid makmur, bukan hanya secara fisik tetapi juga kehadiran jamaahnya.
Ustaz Galih menyoroti pentingnya kepemimpinan yang kuat dan perubahan pola pikir pengurus masjid. Kata kuncinya ada satu pelopor yang bergerak dan membangun mindset para pengurus, baru merambah kepada jemaah masjid.
Beliau menambahkan bahwa mindset utama adalah “kita pegawainya Allah mengurusi tamunya Allah yaitu jamaah. Kalau mendapati urusan sulit ya itu urusannya Allah. Jangan khawatir”.
Perubahan cara berpikir pengurus masjid yang ditekankan oleh pengurus masjid Jogokariyan meliputi dari fokus bangunan ke fokus jamaah, Dari rahib menjadi dai. Dari penguasa masjid ke pelayan jamaah. Dari sambilan ke totalitas.
Untuk memakmurkan masjid, para pengurus masjid Jogokariyan menerapkan dua pendekatan intens dan instan. Pendekatan intens dilakukan melalui dakwah fardiyah, yaitu pendekatan personal, persuasi, dan edukasi.
“Dalam pendekatan ini kami juga melibatkan seluruh elemen yang ada, seperti, RT, RW yang lebih memahami kondisi dari warganya. Sedangkan pendekatan instan dilakukan dengan menghadirkan hal-hal menarik, kreatif, menyenangkan, dan insidental untuk menarik perhatian dan kehadiran jamaah,” paparnya.
Dalam pemaparan yang serius santai, dialog pun terjadi antara peserta dan tuan rumah berbagai permasalahan masjid sampai pengelolaan qurbanpun disampaikan dalam forum yang singkat tersebut.
Para peserta studi tiru sangat gembira dan menyambut baik kegiatan ini. Arben, selaku Kepala Desa Taratak Boncah menyampaikan rasa terima kasihnya.
“Alhamdulillah kami cukup disambut baik dalam kunjungan ini serta berharap kepada pengurus Masjid Al Hidayah untuk bisa belajar dan mempelajari tata pengelolaan masjid serta mengikuti kegiatan-kegiatan masjid selama berada di sini. Kami juag mendapat ilmu yang sangat bermanfaat untuk peningkatan dan kemakmuran di masjid kami,” kata Arben menambahkan.
Arben berharap ilmu yang didapat dapat diterapkan di masjid Al Hidayah Desa Taratak Boncah.
(Uni)
