Mjnews.id – Suara mesin molen memecah suasana pagi di Dusun Batur, Desa Krangean, Senin (11/5/2026). Putarannya nyaris tak berhenti sejak matahari mulai naik. Di samping mesin pengaduk itu, warga dan anggota Satgas TMMD Kodim 0702/Purbalingga terlihat sibuk dengan tugas masing-masing.
Ada yang mengangkat pasir menggunakan sekop, menuang semen, membawa ember berisi air, hingga memastikan adonan cor tercampur sempurna sebelum dituangkan ke badan jalan.
Debu tipis beterbangan ketika tumpukan pasir mulai dimasukkan ke dalam molen. Sesekali terdengar candaan ringan di sela pekerjaan berat yang dilakukan bersama-sama. Meski peluh membasahi pakaian, tak satu pun terlihat mengendurkan semangat.
Awal pekan di lokasi TMMD itu justru terasa seperti energi baru untuk mempercepat pembangunan jalan rabat beton yang menjadi harapan warga Dusun Batur selama bertahun-tahun.
Jalan yang kini sedang dibangun tersebut sebelumnya dikenal licin dan sulit dilalui, terutama saat hujan turun. Warga harus ekstra hati-hati ketika melintas, bahkan kendaraan pengangkut hasil pertanian kerap kesulitan melewati jalur tersebut. Kini perlahan kondisi itu mulai berubah. Sedikit demi sedikit, permukaan jalan mulai tampak rata dan kokoh berkat kerja sama antara TNI dan masyarakat.
Di tengah aktivitas pengolahan material, salah satu anggota Satgas TMMD, Peltu Rudi, tampak ikut membantu warga memasukkan campuran pasir dan semen ke dalam mesin molen. Baginya, pekerjaan di lapangan bukan hanya soal menyelesaikan pembangunan fisik, tetapi juga membangun kebersamaan dengan masyarakat.
“Setiap pagi kami mulai pekerjaan bersama warga, dan semangat mereka luar biasa. Walaupun capek, suasana gotong royong seperti ini membuat kami semakin termotivasi untuk mempercepat pembangunan jalan,” ujarnya, Senin (11/5/2026).
Menurutnya, keberadaan mesin molen menjadi salah satu penunjang penting dalam percepatan pengerjaan rabat beton di lokasi TMMD. Dengan proses pengolahan material yang lebih cepat, pengerjaan jalan bisa dilakukan secara berkelanjutan tanpa banyak hambatan.
“Awal minggu ini kami manfaatkan untuk menambah progres pekerjaan. Harapannya jalan di Dusun Batur bisa segera selesai agar masyarakat dapat merasakan manfaatnya secepat mungkin,” kata Peltu Rudi.
Bagi warga, kehadiran TMMD bukan hanya menghadirkan pembangunan jalan, tetapi juga menumbuhkan kembali semangat kebersamaan di desa. Dari putaran mesin molen yang terus bekerja sejak pagi, lahir harapan baru tentang akses yang lebih baik dan aktivitas warga yang nantinya akan menjadi lebih mudah.
Di Dusun Batur, pembangunan bukan sekadar soal semen dan pasir yang dicampur menjadi cor beton. Lebih dari itu, pembangunan tumbuh dari tangan-tangan yang bekerja bersama, dari peluh yang jatuh di atas jalan desa, dan dari semangat gotong royong yang terus hidup di tengah masyarakat. (*)
